Ahlan wa Sahlan di Penerbit Gema Ilmu Yogyakarta.
Informasi produk dan layanan setiap hari kerja jam 09:00-15:00 kecuali hari jum'at libur silahkan hubungi nomor kontak kami (0274) 897664. 0813 2880 8279. 0853 2769 6767. Barakallahufikum.

PERHATIAN

Dilarang mencopy paste materi dalam situs ini tanpa seijin pengelola karena termasuk pencurian, jika Anda berkenan untuk meminta ijin itu lebih baik dan tidak berdosa dibanding asal pindah materi ke situs Anda.

Minggu, November 19, 2017

Majalah Qudwah edisi 54 Tema Kiamat Semakin Dekat



Kata orang, umur dunia kini telah memasuki masa senja. Ada yang menyebutkan bahwa usia bumi sudah lebih dari 4,54 miliar tahun. ’Katanya' tanpa skenario dramatis seperti tabrakan asteroid, nuklir, dan lain-lain, bumi masih layak huni sampai 1,7 milyar tahun ke depan. Setelah itu menurut mereka bumi sudah tidak layak huni. Namun semuanya itu hanya katanya dan katanya. Meskipun didukung dengan hasil penelitian dan perhitungan, namun yang jelas semuanya masih teori, tiada yang bisa menjamin kepastian kebenarannya. Akan tetapi yang lebih jelas lagi, semua sepakat usia dunia kini telah senja. 


Dalam tahun Masehi, kini kita berada di tahun 2017.

Majalah Tashfiyah Edisi 73 Tema Pantang Menyerah Istiqomah

lstiqamah, sebuah kosa kata yang sering kita gunakan; berasal dari ’mufradat' bahasa Arab yang di Kamus Besar Bahasa Indonesia tertulis Istikamah, yang diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Oleh para ulama, makna istiqamah diuraikan dan diperinci sangat luas dan beragam. jika boleh disimpulkan yakni mencakup makna konsisten untuk komitmen dalam kebenaran baik dengan ucapan, perbuatan, maupun dalam batin (niat). Sebuah definisi yang pengamalannya jauh lebih sulit dari penjabarannya. Betapa tidak? Terkait materi kebenaran yang harus dikonsistenkan oleh seorang yang istiqamah maka berarti adalah mencakup seluruh jenis dan 'sisi kebenaran. Baik dalam masalah akidah (idealisme), akhlak (budi pekerti/karakter pribadi), muamalah (segala bentuk hubungan dengan sesama dan lingkungan), ibadah, dan sebagainya, semuanya harus benar dengan standar dari Yang Maha Benar yaitu Allah  subhanahu wa ta’ala. Terkait medianya maka harus mencakup hati(niat/batin), ucapan lisan, dan amalan anggota tubuh. Semuanya harus benar sesuai Al Quran dan As Sunnah. 

Rabu, November 15, 2017

Majalah Azka Edisi 52 Tema Adab Bermajelis


Majalah Azka edisi 52 tema adab bermajelis, sengaja dipilihkan pada edisi kali ini karena bermajelis adalah amalan sehari-hari dengan berbagai kebutuhan yang tak sekedar dalam proses belajar mengajar, adakalanya bermajelis untuk perkara yang mubah. Dalam ajaran Islam yang mulia dan sempurna, dalam hal bermajelispun memiliki adab-adabnya yang tak hanya mengisyaratkan kerukunan antar sesama manusia, akan tetapi dibalik itu ada nilai pahala jika diterapkan adab-adabnya, apa sajakah itu?

Minggu, November 05, 2017

Kalender Gratis Nasional 2018 Dilengkapi Penanggalan Masehi, Hijriyah, dan Pasaran Jawa

Kalender gratis nasional 2018 dilengkapi penanggalan masehi, hijriyah, dan pasaran jawa kami sediakan untuk Anda tanpa harus beli ataupun download template kalender, tapi kalender gratis ini kami berikan sebagai bonus setiap pembeli produk di toko kami tanpa jumlah minimal. Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan kalender terbaru 2018 gratis selama persediaan masih ada karena dicetak dalam jumlah terbatas untuk memenuhi kebutuhan penanggalan bagi masyarakat agar memudahkan berbagai urusan yang terkait dengan waktu, seperti tanggungan antar sesama manusia yang pasti sering dilakukan setiap orang untuk menentukan kapan kewajiban akan diselesaikan, dimulai, ataupun ditunda. Terlebih lagi perkara yang lebih penting yaitu sebagai acuan waktu dalam beribadah seperti puasa, hari raya, dan lain-lain.

Senin, Oktober 23, 2017

Majalah Muslimah Qonitah Edisi 33 Tema Menangkal Petaka Media Sosial

Arus informasi di era globalisasi ini begitu derasnya. Hampir- hampir segala sesuatu bisa dilakukan secara daring (online). Pengiriman informasi, ekspresi diri, promosi, pemesanan barang, dsb. praktis hanya dengan memanfaatkan media chatting di berbagai aplikasi media sosial. 
Walhamduliilah, hal yang patut kita syukuri, penyebaran dakwah pun terbantu oleh fasiiitas media-media sosial ini. Berbagai lapisan masyarakat bisa dengan mudahnya mengakses atau mencari faedah ilmu di dalamnya. Benar, kini dunia serasa dalam genggaman. 
Seiring dengan manfaat yang ada, kejelekan yang timbul tak kalah banyaknya. Bermunculanlah berbagai kerusakan dalam tatanan kemasyarakatan. Hal ini terjadi karena media sosial digunakan secara liar. Medsos dipakai untuk menyebarkan berita hoaks, isu-isu provokatif, perundungan (bullying), ujaran kebencian, dsb. yang bisa membuat gaduh masyarakat. Tidak mengherankan, angka kriminal akibat media sosial pun melonjak. 
Terlebih di bidang dakwah, semua kelompok beramai-ramai memanfaatkan berbagai fasilitas di media sosial untuk menyebarkan misi dan ajaran sesat mereka. Walhasii, kita dituntut untuk ekstra hati-hati dalam mengonsumsi sajian ilmu agama di media sosial. 
Kini, pemerintah Rl dan jajarannya kian gencar mengajak seluruh masyarakat agar santun dalam bermedia sosial. Ini penting diterapkan guna menghindari permusuhan yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Meski ada kebebasan dalam berekspresi di media sosial, kita dituntut untuk menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai luhur. 
Islam, walhamdulillah, telah memiliki tatanan yang mengatur perihal ini. "Saring sebelum sharing” sebuah slogan yang perlu dipegang erat-erat sebagai pedoman bagi para warganet dalam menyerap berbagai informasi di media sosial. Pembaca yang mulia, Qonitah edisi 33 kali ini mencoba mengangkat kajian ilmiah tentang fenomena media sosial dewasa ini dan solusi islam dalam menangkal berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkannya. 
Nama Produk: Majalah Muslimah Qonitah Edisi 33 Tema Menangkal Petaka Media Sosial
Tema: Menangkal Petaka Media Sosial
Penerbit: Qonitah Media 
Tebal: 106 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 12.000 (jawa)

Daftar Isi:
Alam Wanita: Waspada Bahaya Media Sosial
Adab: Etika Islami dalam Bermedsos
Tadabur al-Qur’an: Klarifikasi Sebelum Menyikapi dan Menyebar Informasi
Mutiara Hadits: Menguak Petaka Berita Hoaks
Bahteraku: Kendalikan Emosimu, Selamatkan Bahteramu
Pilar: Hati-hati, Saudariku, Allah Mengawasimu
Titian Sunnah: Berbahagialah Engkau Wahai yang Terasing
Fikih Ibadah: Shalat Sunnah (Bagian-1)
Fikih Wanita: Kepayahan Berbuah Pahala
Wirid: Baca Zikir ini 100 Kali, Keutamaan untuk Anda tak Tertandingi
Kisah: Amalan Pengantar lstri ke Surga
Dunia Remaja: 9 Hal Berbahaya yang Sering Dilakukan di Medsos
Buah Kasih: Jangan Telantarkan Anakmu
Bahasa Arab: Pembagian kaana dan Saudara-saudaranya dari Sisi Amal
Fatwa Wanita: Suami Terlantar Akibat lstri Sibuk Bermedsos, Wanita Salafiyah Bergabung di Facebook, Taaruf via Internet
Konsultasi Agama: Menanyakan Kecantikan Kemudian Perihal Agama, Menceraikan Istri yang Mandul
KIA: Memberi Makan Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?
Konsultasi Kesehatan: Atasi Haid Tidak Teratur
Tips Manfaat: Agar Rumah Menjadi Bersih dan Sehat
Kreasiku: Kotak Pensil Kardus  

Rabu, Oktober 18, 2017

Majalah Qudwah edisi 53 Tema Mahligai Wanita Surga

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik-Nya.Tiada yang pantas disanjung setara sanjungan untuk-Nya. Kelahiran dan kehidupan kita di dunia hanyalah karena rahmat- Nya semata. Oleh karena itu tiada kesyukuran yang lebih berhak kita persembahkan kecuali nanya kepada-Nya. 
Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam pernah bersabda tentang dunia dan salah satu penghuninya yang bisa memberi warna padanya. Beliau   bersabda yang artinya, “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita salihah.” [H.R. Muslim]. 
Pembaca yang berbahagia, seperti yang kita ketahui, kebahagiaan jiwa yang sejati adalah dengan teraihnya rasa tenang dan tentram. Fitrah yang lurus dan jernih, tentu akan antusias untuk mencari keduanya. Seorang wanita, dengan fitrahnya yang lembut dan santun, kehadirannya dapat menciptakan suasana tenang dan tentram itu. Apalagi jika ia seorang yang salihah. Oleh karena itulah mengapa Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam mengatakan bahwa merekalah sebaik-baik perhiasan dunia. 
Demikianlah, kehadiran seorang Wanita salihah dalam kehidupan berumah tangga akan menjadikannya indah, seindah bunga. Penampilannya, akhlaknya, tutur katanya, dan segala gerak geriknya yang senantiasa terbimbing syariat akan menjadikan seisi rumah terwarnai pula oleh indahnya. Kehadirannya akan mendorong kepada ketakwaan dan khusyuknya ibadah, seolah menawarkan surga dunia sebelum surga akhirat. 
Duhai... Pembaca yang berbahagia, pada edisi ini, kami menyuguhkan ’Mahligai Wanita Surga’ di Rubrik Asbabul Wurud sebagai judul utama. Kisah-kisah menarik lainnya, seperti biasa kami rangkai dalam rubrik-rubrik lain yang seluruhnya kami sajikan untuk Anda. 
Pada rubrik Anbiya, ada kisah tentang cinta buta, di rubrik akidah terurai tentang kekuasaan Allah sehingga gunung pun digulung, di rubrik kisahku ada "secercah Suka Tertimpa Duka", dan masih banyak lagi. Selamat mencermati, semoga dapat menjadi cermin hati.  
Nama Produk: Majalah Qudwah edisi 53 Tema Mahligai Wanita Surga 
Tema: Mahligai Wanita Surga
Penerbit: Media Tashfiyah
Tebal: 100 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 12.000 (jawa)

Daftar Isi:
ABI|YA': Melawan Cinta Buta
BIOGRAFI: Ilmuwan Sejati
ASBABUN WURUD: Mahligai Wanita Surga
ASBABUN NUZUL: Gunung pun Digulung
KARAMAH: Turunkanlah Hujan
SAMAWI: Dzul Qarnain
KISAHKU: Secercah Suka Tertimpa Duka
NUBUWWAH: Penghapus Dosa
KHUTBAH JUM'AT: Menghitung Sebelum Dihitung
NISWAH: Yang Diberi Minum dari Langit
MUHASABAH: Ajaibnya Makanan Halal
KISAHKU: Menyusuri Jalan Kebenaran
NASIHAT: Mengapa Ragu?
TARIKH: Penaklukan Takrit dan Maushil
MAU'IZHAH: Mewaspadai Penyaklt Masyarakat
MAKTABAH: Kitab Al Amru Bil Ma’ruf Wan Nahyu Anil Munkar
TOBAT: Maksiat Selalu Membawa Akibat

Majalah Tashfiyah Edisi 72 Tema Selamat Dengan Meniti Jalan Shahabat

Secara fitrah semua makhluk hidup pasti berusaha mencari kesalamatan demi mempertahankan eksistensinya. Tumbuhan, binatang, apalagi manusia di mana pun mereka berada pasti berusaha menjaga kelangsungan hidupnya. Dengan fitrah (naluri) karunia-Nya yang bertingkat-tingkat kesempurnaannya, masing- masing akan bersemangat berusaha mencari jalan keselamatan dari kebinasaan. Dalam ibadahnya kepada Rabb mereka, manusia dan jin pun sesungguhnya sedang mencari keselamatan untuk dirinya. Keselamatan dunia maupun di akhirat. 
Segala puji untuk Allah subhanahu wa ta'ala karena dengan kasih sayang-Nya mereka tidak dibiarkan kebingungan sendiri mencari jalan keselamatan itu. Dengan sifat Pemurah-Nya, Allah telah menyediakan jalan menuju keselamatan dunia akhirat dan Allah subhanahu wa ta'ala telah mengutus para Nabi dan Rasul untuk menunjukkan jalan tersebut kepada umatnya. Allah subhanahu wa ta'ala juga telah menciptakan sekelompok orang yang akan menjadis hahabat Nabi dan Rasulnya sebagai panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka adalah masyarakat yang telah terbukti sukses dalam hidupnya di dunia dan di akhirat. 
Bagi manusia yang hidup pada zamannya dan juga setelahnya mencontoh gaya hidup para shahabat adalah jalan kepastian menuju keselamatan. Mengapa demikian iya karena Allah sendiri lah yang telah menjaminnya. 
Pembaca Tashfiyah yang semoga dirahmati Allah, edisi kali ini, kami membawakan ’Selamat dengan Meniti Jalan Shahabat’ sebagai tema pembahasan utama. Mencoba membantu Anda untuk berusaha menemukan konsep hidup yang paling mendasar dalam mencari keselamatan. Jika telah mampu menggalinya kemudian konsisten dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, maka pintu keselamatan pun insya Allah akan terbuka lebar. Bukan hanya keselamatan di dunia, bahkan di akhirat itu yang utama. Namun demikian, jalan keselamatan yang ingin kita tempuh kadang juga tertutup oleh kabut hawa nafsu dan kebodohan. 
Melalui lembar-lembar kami yang bersahaja, kami ingin mengajak Anda menemukan penguaknya. Kabut apa saja yang telah menutupi hati kita dan bagaimana cara menyingkap? Semoga dapat Anda temukan dalam intisari isi rubrik-rubrik kami seluruhnya, Selamat membaca.  

Nama Produk: Majalah Tashfiyah Edisi 72 Tema Selamat Dengan Meniti Jalan Shahabat 
Tema: Selamat Dengan Meniti Jalan Shahabat
Penerbit: Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 10.000 (jawa)

Daftar Isi:
Telaah: Shahabat Nabi, Generasi Terbaik Umat Ini, Teladan Shahabat, Jalan Menuju Selamat, Mencintai Shahabat Nabi, Bagian Keimanan Yang Hakiki
Tafsir: Menyelisihi Jalan Orang Beriman: Menuai Petaka Berujung Jahannam
Mutiara Nubuwah: Jangan Cela Shahabat Nabi 
Hukum Islam: Hukum Bejana dan Pakaian Orang Kafir
Akidah: Gerhana
lbrah: Kubuktikan Cintaku Pada-Mu
Tazkiyatun Nufus: Segera Bertaubat 
Titian: Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Sirah: Menang Tanpa Perang
InFo Sehat: Katakan, Tidak NAPZA! 
Figur: Orang Ketujuh
Motivasi: Kemenanggmu di Balik Musibah 
Renungan: Masihkah Mengeluh? 
Syabab: Senjata-Senjata lblis
Akhlak: Meluruskan jiwa Yang Bangkok
Bahtera Rumah Tangga: Menjawab Panggilan Suami
Buah Hati: Bercermin Pada Buah Hati  

Majalah Azka Edisi 51 Tema Memenuhi Undangan

Memenuhi undangan, itulah tema majalah azka edisi 51 kali ini walaupun sepertinya sebuah amalan ringan, akan tetapi terkadang di antara kita mengabaikannya karena memilih urusan lain yang dianggapnya lebih bermanfaat, padahal syariat telah memberikan bimbingan dalam masalah undang-mengundang karena di sana ada keutamaan yang akan didapatkan bagi orang yang mengundang dan yang diundang, apa saja keutamaan tersebut, silahkan baca pada majalah Azka edisi 51 kali ini.

Senin, Oktober 16, 2017

Buletin Saku Al Ilmu Edisi Lengkap

Buletin saku al ilmu edisi lengkap insyaa Allah,  sebuah media bacaan yang ringan dengan ukuran kecil melengkapi khasanah perbendaharaan ilmu pengetahuan Islam yang tidak akan lekang oleh perubahan jaman, sampai kapanpun dan di manapun buletin saku al ilmu layak untuk dijadikan referensi ringan dalam beramal. Dapatkan edisi lengkap buletin saku al ilmu di sini.

Senin, September 18, 2017

Majalah Tashfiyah Edisi 71 Tema Musik Berisik

Tiada hari tanpa musik? Bagi kebanyakan orang mungkin memang demikian. Bahkan yang tidak bermusik ria di hari- hari mereka menjadi aneh di pandangan umum. Lho? Benar, begitulah kondisi akhir Zaman ini, Dari yang sekadar untuk rnenghibur diri atau bahkan yang untuk rnata pencaharian. Dari yang sekadar pengisi waktu luang sampai yang menjadi ideologi.
Bahkan mungkin masih populer pendapat yang mengatakan bahwa musik dapat meningkatkan kecerdasan. Sehingga atas dasar ini Ibu-ibu hamil melakukan terapi dengan memperdengarkan jabang bayi mereka yang masih di kandungan dengan alunan musik klasik. Harapannya agar nanti ketika lahir, bayi-bayi mereka menjadi generasi yang cerdas.
Meskipun kemudian banyak penelitian berikutnya yang justru membantah keabsahaan teori tersebut di atas, akan tetapi teori bantahan ini tampaknya kurang populer. Penelitian- penelitian yang membuktikan bahwa musik tidak berpengaruh sama sekali dengan tingkat kecerdasan bahkan jenis musik tertentu cenderung membuat depresi, hanya menjadi bahan diskusi sebentar dan tidak tersebar di khalayak. Sehingga 'music minded’ tetap eksis.
Banyak orang menutup rnata ketika menyaksikan bukti bahwa justru musik mempunyai korelasi yang berbading lurus dengan berbagai macam kejahatan. Minuman keras, narkoba, pornogran, pornoaksi, pergaulan bebas, kekerasan, dan bahkan pemujaan setan. Semua itu adalah rentetan kejahatan berantai yang bisa Iahir dari musik.
Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa akan ada dari umatnya yang rnenghalalkan musik di akhir zaman. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya. Karena musik tidak hanya berisik bunyinya, bahkan berisik juga akibatnya baik di dunia maupun diakhirat.
Akhirnya, semoga yang sekelumit tentang musik yang kami bavvakan pada edisi ini minimalnya bisa menjadi pembuka jalan bagi kita untuk segera mengambil langkah seribu menjauhinya. Harapan muluk-muluknya, semoga tidak ada lagi slogan ’tiada hari tanpa musik'. Bisakah? Untuk Anda, harus bisa! Amin.


Nama Produk: Majalah Tashfiyah Edisi 71 Tema Musik Berisik
Tema: Musik Berisik
Penerbit: Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 10.000 (jawa)

Daftar Isi:
Teropong: Pemuja Setan
Telaah: Musik Haram Benarkah? Bencana yang Melanda Semua Usia, Musik, Asik Apa Berisik?
Tafsir: Ucapan Sia-sia
Mutiara Nubuwah: Azab Pedih
Hukum Islam: Kitab Thaharah; Penjelasan Tentang Air Bag. 2
Akidah: di Mana Akal Komunis?
Figur: Abu Ayyub al Anshari
Sirah: Seorang Kawan dari Lawan
Titian: Jumlah Bukan Standar Kebenaran
Telisik: Pintar ya Belajar
Renungan: Paksakan Saja
Syabab: Musik Itu Ha....
Akhlak: Hargai Nikmat dan Waktu Luang
Bahtera Rumah Tangga: Maka Menikahlah
Buah Hati: Jika Buah Hati Sulit Dinasehati
lbrah: Sepenggal Doa Khalilur Rahman
Tazkiyatun Nufus: Dua Golongan Manusia