Ahlan wa Sahlan di Penerbit Gema Ilmu Yogyakarta.
Informasi produk dan layanan setiap hari kerja jam 09:00-15:00 kecuali hari jum'at libur silahkan hubungi nomor kontak kami (0274) 897664. 0813 2880 8279. 0853 2769 6767. Barakallahufikum.

PERHATIAN

Dilarang mencopy paste materi dalam situs ini tanpa seijin pengelola karena termasuk pencurian, jika Anda berkenan untuk meminta ijin itu lebih baik dan tidak berdosa dibanding asal pindah materi ke situs Anda.

Jumat, September 28, 2018

Majalah Asy Syariah Edisi 122 Tema HOAKS Menebar Dusta Menuai Petaka


Tanpa disadari, hoaks telah menjelma menjadi santapan sehari-hari. Media social terutama WhatsApp, menjadi media “mainstream” tempat bersilewerannya beragam jenis hoaks. “Mainstream” tidak berarti media sosial adalah “sarang” hoaks, tetapi karena media sosial memang mampu menampung segala jenis informasi sekecil apa pun yang itu berpotensi hoaks, yang tidak muncul di media mainstream. Lowongan pekerjaan, informasi kesehatan, meme, screen capture percakapan, dan sebagainya yang berbahan dasar hoaks, muncul bebas dan sering dibagikan dengan begitu cepat.
Selain itu, media social sering direpotkan dengan lahirnya pendatang-pendatang baru di jagat permedsosan yang dahulu gagap teknologi tetapi kini justru gegap gempita bermedsos ria. Superrajin posting dan share berbagai informasi tanpa pernah disaring, termasuk berita hoaks lama yang diproduksi sekian tahun lalu.
Intinya, hoaks memang bukan tentang medianya, melainkan siapa yang ada di baliknya.
Media mainstream toh juga sering memproduksi hoaks, karena memang tidak ada media yang benar-benar objektif dan independen. Media mainstream tetap punya preferensi politik dan agama tertentu. Menyudutkan tokoh politik tertentu atau memproduksi opini negatif untuk menjelek-jelekkan agama lain (baca: Islam), walaupun dengan bahasa halus sekalipun, tetaplah fakta tak terbantahkan.
Karakter media mainstream kadang malah tak ubahnya seperti para pendatang baru permedsosan kalau sudah menyangkut berita yang menyudurkan Islam. Copas berantai dari sumber media asing yang tidak jelas dan tanpa cover both sides sering dilakukan media mainstream. Setelah ditelusuri, kadang berita itu bersumber hanya dari opini di media sosial. Miris, sering mengaku paling tepercaya, media mainstream justru kadang keadaannya lebih tragis.
Dalam Islam, budaya literasi sesungguhnyasangatlah kuat. Bagaimana hadits demi hadits tidak hanya diteliti nama pembawa riwayatnya, tetapi karakter perawinya pun ikut diperiksa. Makanya, kalau ada dari kalangan Islam yang lebih percaya berita media daripada hadits sahih, lebih percaya propaganda media kafir dibandingkan media islam, patut diragukan keimanannya.
Tidak dimungkiri juga, memang banyak media islam yang terpapar hoaks. Soal kekejaman kaum kafir, misalnya. ini memang sebuah kebenaran. Akan tetapi, ketika yang ditampilkan adalah informasi yang tidak jelas, antara berita dan visualnya berbeda, misalnya kekejaman pada peristiwa A, ternyata menggunakan foto peristiwa B, akhirnya menjadi kontraproduktif, Sebutlah ketika ada pembantaian umat Islam di tempat tertentu, banyak pihak yang sudah nyinyir dahulu. Belum-belum mereka sudah memvonis bahwa berita itu adalah hoaks. Maka, hoaks tetaplah harus kita tolak. Kebenaran niscaya akan mewujudkan kebaikan.
Ketika semua pihak berbicara padahal bukan kapasitasnya, apalagi jika informasi itu menyangkut keamanan dan ketertiban sebuah tatanan masyarakat, tentu yang dihasiikan bukan ketenteraman, namun justru suasana yang mencekam.
Yang terpenting, bersikaplah secara bijak. Tidak perlu kita berkoar-koar paling antihoax, namun dalam kehidupan beragama menggunakan hoaks (baca: hadits palsu) sebagai dasar amalan ibadahnya. Dituduh bid’ah, menolak. Malah pasang tampang galak, menuding pihak yang menasihati sebagai anti ini itu, radikal, dan sejenisnya.
Semestinya kita malu, sebagai penganut agama yang menjunjung tinggi budaya literasi dan budaya ilmiah, jangan sampai kita menjadi orang yang bermudah-mudah ményebarkan berita atau melakukan amal ibadah dengan dasar yang tidak jelas. jangan sampai kita, umat islam, terstigmatisasi sebagai ahlul hoaks berjamaah. Mari bijak menolak hoaks. 

Nama Produk: Majalah Asy Syariah Edisi 122 Tema HOAKS Menebar Dusta Menuai Petaka
Tema: HOAKS Menebar Dusta Menuai Petaka         
Penerbit: Oase Media
ISSN: 1693-4334
Tebal: 104 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 16.000

Daftar Isi:
Manhaji: Bimbingan Syariat dalam Menyikapi lnformasi
Kajan Utama: Cara ldentifikasi Hoaks
Oase: Perumpamaan Orang Musyrik
Problema Anda: Hukum Menunda Bayar Utang
Permata Salaf: Mendoakan Rahmat untuk Para Sahabat Nabi
Kajian Utama: Islam Memerangi Kedustaan
Bimbingan Islam dalam Mewaspadai Berita Dusta
Haditsul lfk, Sejarah Hoaks dalam Tarikh Islam
Maraknya Kedustaan, Tanda Akhir Zaman
Hadits: Nista Berita Dusta
Akidah: Dukun & Paranormal, Penyebar Berita Dusta
Akhlak: Mengapa Harus Jujur
Ibrah: Mari Beriman Sesaat, Bag-4
Khazanah: An-Nashiir
Khutbah Jumat: Hati-Hati dari Sifat Dusta
Mengayuh Biduk: Pelajaran untuk lstri yang Bérbuat Nuzuz
Permata Hati: Praktik Salaf Dalam Berbakti kepada Orang Tua
Niswah: Wanita dan Perhiasan 
Fatawa Al-Marah Al-Muslimah: Suci Pada Waktu Asar, Harus Qadha Shalat Dhuhur? Keluar Flek setelah Suci 
Mutiara Kata: Nikmatnya Beriman 

Senin, September 24, 2018

Majalah Azka Edisi 59 Tema Beriman Terhadap Mizan

Sahabat Azka, Semoga Allah selalu menjaga kita semua. Alhamdulillah, nikmat Allah senantiasa terlimpahkan kepada kita semua. Semoga Allah mudahkan kita semua untuk mensyukurinya...
Apalagi nikmat terbesar yaitu iman. Dengan selalu meningkatkan kelmanan, berarti kita telah mensyukurinya.
Sahabat Azka, pada edisi kall ini Azka mengangkat tema utama tentang iman terhadap mizan atau timbangan. Bahwa pada hari kiamat nanti, amalan hamba akan ditimbang. Bahkan catatan amalan dan pelaku amalan tersebut sekaligus. Nah, sahabat sekalian bisa membacanya di rubrik Akidah.
Pada sajian lain, Azka juga menampilkan
keteladanan shahabat Khalid bin Al Walid. Seorang shahabat yang seolah tidak akan habis cerita tentang kemuliaannya. Seorang yang gagah berani membela Islam. Simak selengkapnya pada rubrlk Uswah.
Masih banyak pembahasan menarik lainnya di majalah Azka edisi kali ini.

Nama Produk: Majalah Azka Edisi 59 Tema Beriman Terhadap Mizan
Tema: Beriman Terhadap Mizan
Penerbit: Media Tashfiyah
ISSN: 2088-8724
Tebal: 48 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 9.000 

Daftar Isi: 
Akhlak: Manfaat Sikap Hati-hati
Azkapedia: Kalender
Uswah: Keberanian Khalid bin Al Walid Radhiyallahu'anhu
Kisah: Aku Takut Kepada-Mu
Tafsir: Al Ghasiyah 8-10
Anbiya: Nabi Zakariya Alaihis Salam
Ibadah Yuk: Keteladanan Nabi Ismail Alaihis Salam
Akidah: Beriman Terhadap Mizan
Hadits: Sebelum Mencapai Kerongkongan
Mufrodat: Arah
Bantu Azka: Tentukan Bayang-bayangnya.
Kesehatan: Vitamin C
Fauna: Ikan Candiru
Fikih: Rukun Haji
Flora: Tanaman Adaz
Iptek: Alat Ukur Cuacu
Jalan-jalan: al Hijr
Observasi: Lukisan Daun
Ayah Bunda: Sabar Dalam Mendidik Anak

Majalah Qudwah Edisi 61 Tema Menuju Alam Penantian

Perjalanan hidup anak Adam di dunia ada titik akhirnya, sebagaimana ada titik mulainya. lbarat pengembara, di dunia ia sekedar singgah berteduh sejenak saja. Sebagian mereka menemukan tempat berteduh yang menyejukan. Sebagian lagi tidak rnenemukan naungan kecuali sebatas kepala. Sebagian lagi bahkan tak menemukan tempat berteduh sama sekali. Namun satu hal yang mereka semua harus lakukan adalah kembali melanjutkan perjalanan. Suka atau tidak suka.
Setelah itu mereka akan memasuki alam barzakh, alam penantian. Alam beramal telah usai. Kini mereka tinggal di alam pengangsuran balasan. Orang-orang bahagia mendapatkan 'panjar’ pahala, orang-orang celaka mendapatkan ’panjar’ siksa.
Melepas alam barzakh, manusia pun mulai menapakkan kakinya di alam akhirat. Huru-hara kiamat (hancurnya dunia) yang dirasakan manusia terjelek adalah pintu alam kekeka|an.Tiupan sangkakala yang pertama mengagetkan penduduk alam semesta, sedangkan tiupan yang kedua mengagetkan penduduk alam barzakh pula. Bangkitlah mereka semua menghadap Rabb-Nya mempertanggung- jawabkan segala amal perbuatannya selama di dunia.
Sampailah para hamba seluruhnya di Padang Mahsyar untuk peradilan dan penimbangan amal. Ada yang meraup keuntungan melimpah, ada pula yang menderita kebangkrutan fatal. Keringat meleleh, jiwa berdebar menunggu hasil keputusan pengadilan Mahkamah Pamungkas.
Akhirnya panjangnya proses yang melelahkan di Mansyar, mengantarkan mereka semua ke 2 pintu gerbang. Pintu gerbang kebahagiaan abadi dan pintu gerbang kesengsaraan abadi. Pembaca yang kami hormati, kemanakah kita akan digiring? Ke pintu kebahagiaan atau pintu kesengsaraan? Semoga ke pintu yang pertama, jangan ke pintu yang kedua. Simak kisah perjalanan yang akan kita jalani ini di majalah yang tercinta ini, di edisi ini!


Nama Produk: Majalah Qudwah Edisi 61 Tema Menuju Alam Penantian
Tema: Menuju Alam Penantian
Penerbit: Media Tashfiyah
ISBN: 9772301657009
Tebal: 96 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 13.000 

Daftar Isi: 
FOKUS: Bersiap Menuju Akhirat, Berharap Kematian, Menyonsong Perjumpaan, Menuju Alam Kubur, Hari Perhitungan, Timbangan dan Kematian AI Maut
KHUTBAH JUMAT: Taat Kepada Pemimpin
ANBIYA’: Doa Kehancuran dari Kalimullah
ASBABUL WURUD: Memandikan Jenazah 
TARIKH: Penaklukan Kota Tustar
Kisahku: Cahaya di Ujung Kelam
MASA DEPAN: Siksaan Bagi Pezina
KHAIRUL UMMAH: Jin Telah Memanahnya
SAMAWI: Tukang Sisir Putri Fir’aun
NUBUWWAH: Ada Surga di Rumahmu
TOBAT: Penghalang Tobat 

Majalah Tashfiyah Edisi 81 Tema Melepas Jeratan Pergaulan Bebas

Bagi yang gila dengan ’teori hoax Charles Darwin’, ada lelucon yang menggambarkan keadaan kebanyakan manusia saat ini. ’Manusia yang berasal dan kera aknirnya kembali menjadi kera'. Mengapa? Iya karena kera tidak mengenal tata krama, ’manusia sekarang’ juga semakin tidak mengenal sopan santun. Kera tidak menutup auratnya ’manusia sekarang’ (baca: manusia mutakhir, manusia akhir Zaman) pun mulai melepas penutup auratnya. Kera tidak mengenal pernikahan, ’manusia sekarang’ pun ingin melepas tali pernikahan. Kera hidup bebas, ’manusia sekarang’ pun cenderung ingin hidup super bebas. 
Pembaca yang kami hormati, ideologi kebebasan yang didengung-dengungkan dunia barat dan timur, adalah ideologi kesengsaraan. ldeologi yang berujung kepada kenestapaan. Penyakit badan dan kerusakan mental itulah kesudahannya. 
Kaum muslimin sebagai pemilik ideologi kemuliaan, tentu sangat anti dengan ideologi keburukan ini. jelas saja karena nilai-nilai serba bebas itu sendiri sangat tidak sesuai dengan fitran manusia. Adam nenek moyang manusia adalah figur yang sangat beradab tidak hidup bebas tanpa batasan.  
Sehingga jika ada yang berdalih bahwa kebebasan adalah hak asasi manusia mungkin saja ia beranggapan bahwa dia adalah keturunan ’kera si Darwin'. 
Pembaca yang kami hormati, kini saatnya kaum muslimin sadar seluruhnya bahwa paham kebebasan hanya semata jeratan setan untuk teman mereka di neraka. Bagi yang telah terjerat tiba saatnya melepaskan jeratan. Sebelurn tiba saatnya kebebasan semu itu berubah menjadi penjara senyatanya yang memenjarakan tanpa pernah terbebaskan (neraka). 
Mari kita simak bersama lembar demi lembar Majalah Tashfiyah edisi ‘Melepas Jeratan Pergaulan Bebas' berikut ini. Semoga dapat menjadi bara semangat untuk melepas jeratan pergaulan bebas yang ada di sekitar kita. Tiada kata terlambat untuk bebas dari neraka selama nyawa belum menghadap Yang Mahakuasa.   


Nama Produk: Majalah Tashfiyah Edisi 81 Tema Melepas Jeratan Pergaulan Bebas
Tema: Melepas Jeratan Pergaulan Bebas
Penerbit: Media Tashfiyah
ISSN: 2087-8842
Tebal: 112 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 10.000 

Daftar Isi: 
Teropong: Lambang Kebablasan 
Telaah: Kebebasan Membinasakan, Pornografi Merusak Generasi, Mengarahkan Naluri Insani Pada Bimbingan
Tafsir: Menjauhi Zina Menghindari Malapetaka
Mutiara Nubuwah: Bersatu Mencegah Kemaksiatan
Akidah: Ya'juj, dan Ma'juj
Tazkiyatun Nufus: Mukmin Yang Sebenarnya
Sirah: Umrah Hudaibiyah, Hijrah bag. 2
Titian: Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Figur: Abu Sufyan bin al Harits, Saudara yang Kembali
Telisik: AIDS
Renungan: Melepaskan Bangga Diri
Hukum Islam: Macam-macam Kafarah bag. 2
Syabab: Milenial, Spesial atau Sial?
Akhlak: Kesempatan Dalam Kesempitan Hidup
Rumah Tangga: Andai Anda Tahu Tugas Kami
Buah Hati: Belajar Tidak Memberi

Senin, September 03, 2018

Majalah Azka Edisi 59 Tema Lupa Nikmat

Bersyukur kepada Allah adalah kewajiban yang paling wajib setiap hamba, yaitu bersyukur secara hakiki, menggunakan hati, lisan, maupun anggota badan sebagai wujud penghambaan kepada sang pencipta. Karena nikmat Allah tercurah sepanjang waktu dan tidak ada satu makhlukpun di dunia ini yang tidak lepas dari nikmat yang Allah berikan walaupun sesaat. Maka dalam edisi kali ini majalah Azka menampilkan rubrik ini agar kita tahu hak-hak yang harus ditunaikan sebagai makhluk ciptaan Allah untuk terus bersyukur atas nikmat yang kita dapatkan.

Nama Produk: Majalah Azka Edisi 59 Tema Lupa Nikmat
Tema: Lupa Nikmat
Penerbit: Media Tashfiyah
ISSN: 2088-8724
Tebal: 48 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 9.000 

Daftar Isi: 
Akhlak: Agar Tidak Terburu-buru
Uswah: Khalid bin Al Walid Radhiyallahu'anhu
Kisah: Masuk Surga Tanpa Hisab
Tafsir: Makanan Penghuni Neraka
Anbiya: Singgasana Ratu Balqis
Ibadah Yuk: Nikmat Melimpah
Akidah: Bersyukurlah
Hadits: Tawakal
Mufrodat: Perabotan Rumah
Bantu Azka: Peta Dunia, Bantu si Bundar, Apa Yang Salah? Tebak Kata.
Kesehatan: Cuci Tanganmu
Fauna: Kecoak
Fikih: Miqat Haji 2
Flora: Buah Merah
Iptek: Barco de Totora
Jalan-jalan: Irak
Observasi: Penanda Lampu
Ayah Bunda: Menjadi Teladan

Minggu, Agustus 26, 2018

Majalah Qudwah Edisi 61 Tema Tumpas Teroris Sampai Habis

Seakan takkan pernah habis. Itulah teroris. Segerombolan orang yang selalu tidak puas dengan ketenangan dan kemapanan. Selalu senang dengan segala sesuatu yang berbau keributan dan kerusakan.
Dalam sejarah kehidupan anak Adam sebenarnya pemikiran terorisme sudah ada sejak dahulu dan akan tetap ada sampai akhir zaman. Ini bisa dipahami karena selain dari golongan jin, setan juga ada yang berasal dari golongan manusia. Tipikal setan yang selalu menyukai kerusakan itupula yang menjadi tipikal kaum teroris.
Sehingga keberadaan paham ini akan selaras dengan eksistensi para setan. Sehingga pula semua bangsa dan ideologi manusia bisa memunculkan kaum teroris dan paham terorisme.
Namun yang paling menyesakkan dada adalah ketika kaum perusak ini menyandarkan ideologi kerusakannya pada ajaran agama. Tampaknya iblis dan balatentaranya telah melancarkan strategi perangnya dari segala arah.
Dari satu sisi mereka menciptakan kesesatan terorisme berkedok agama, di sisi lain mereka memunculkan orang-orang atheis dan sekuleris yang membenci agama. Sehingga bertemulah dua kekuatan yang seolah kontradiksi tersebut untuk sama-sama memojokkan Islam sebagai agama akhir zaman. 
Pembaca yang semoga dirahmati Allah, pada edisi ini kembali redaksi membawakan tema terorisme untuk Anda. Seiring dengan langgengnya ideologi ini sepanjang zaman, seolah materi pembahasan untuk mereka pun tak pernah habis. Bahkan kepentingan pembahasan seputar problem ini pun seolah tak pernah kadaluarsa.
Pada edisi ini, redaksi menyajikan beragam sisi pandang pembahasan seputar terorisme ini murni 100% dari kantong khazanah sendiri. Sehingga berbeda dengan edisi yang lain, pada edisi ini kami hanya menyisakan satu nama penulis di Rubrik Khutbah Jumat. Semoga langkah kecil kami ini dapat memberi manfaat untuk bangsa dan negara meskipun tak seberapa. Selamat membaca.  


Nama Produk: Majalah Qudwah Edisi 61 Tema Tumpas Teroris Sampai Habis
Tema: Tumpas Teroris Sampai Habis
Penerbit: Media Tashfiyah
ISBN: 9772301657009
Tebal: 96 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 13.000 

Daftar Isi: 
FOKUS: Cerita Tragis Teroris, Serigala Berbulu Domba, Awas Bahaya Vonis Karir!, Khawarj Sang Pemberontak, Wajah Hitam Teroris, Salah Kaprah Bom Jihad, Rapor Merah Teroris
KHUTBAH JUMAT: Nikmat Keamanan
ASBABUN NUZUL: Musyrikin dan Sembelihan Pisau Emas
TOBAT: Dahulu Aku Seorang Teroris
ASBABUL WURUD: Al Udzru Bil Jahl!
MAKTABAH: Aqidatul Ahli Islam Fima Yajibu Lil Imam
RIHLAH: Tebar Media Majalah Asy Syariah ”Mengapa Teroris Tidak Pernah Habis"
KARAMAH: Karamah Ali bin Abi Thalib
ULAMA: Riwayat Kelam Abdurrahman bin Muljam

Majalah Tashfiyah Edisi 80 Tema Bedah Bid'ah

Bid’ah. Kata yang kadang membuat ’alergi’ sebagian kaum muslimin. Di sisi lain, juga jarang dimengerti. Sebagiannya sangat benci jika mendengarnya. Sebagian lagi malu-malu sehingga harus bertekuk-lidah untuk menghindar dari mengucapkannya.
Ternyata, KBBI telah menyerap kata yang berasal dari khasanah bahasa Arab ini. Perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan, termasuk menamban atau mengurangi ketetapan. Atau pembaruan ajaran Islam tanpa berpedoman pada Al Quran dan Hadis, demikian antara lain definisi yang disebutkan olen KBBI.
Meskipun hadis Rasulullah   menyebutkan bahwa setiap bid’ah itu sesat, sebagian kaum muslimin bersikeras ada bid’ah yang baik (bid’ah hasanah). Dan sebagian kelompok mencemoon para dai yang sering rnengingatkan umat dari bahaya ’penyakit’ ini. Dikit-dikit bid’ah, merasa benar sendiri, begitulan kira-kira yang terlontar dari mereka. ,,
Pembaca yang kami hormati, Majalah Tashfiyah pada edisi ini memberanikan diri' untuk mencoba sedikit memberi pencerahan seputar problem bid'ah ini dengan bersandar kepada Al Quran, Hadis, dan bimbingan ulama Sunnah. Meskipun tergolong materi 'berat’, kami tetap berusaha menyampaikannya dengan gaya bahasa dan pembahasan yang ringan.
Harapannya adalah agar dapat dimengerti oleh kaum muslimin dari komunitas dengan spektra radius pemahaman yang lebih beragam.
Semoga yang kami sajikan di sini setidaknya cukup sebagai pengantar yang memudahkan pembaca Sekalian untuk lebih mendalami telaah tentang permasalahan ini. Dilengkapi dengan pembahasan-pembahasan lain di rubrik- rubrik yang rutin hadir di ruang baca Anda, kami berharap media kita ini juga semakin mampu melengkapi perbendaharaan wawasan syariat Anda. Semoga bermanfaat.. 


Nama Produk: Majalah Tashfiyah Edisi 80 Tema Bedah Bid'ah
Tema: Bedah Bid'ah
Penerbit: Media Tashfiyah
ISSN: 2087-8842
Tebal: 112 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 10.000 

Daftar Isi: 
Teropong: Barang Baru 
Telaah: Capek, letih Beramal, Ternyata tak Berpahala, Dikit-dikit Bid'ah, Bid'ah Itu Tercela, Inilah Bid'ah Hasanah
Mutiara Nubuwah: Betapa Banyaknya Yang Ingin Kebaikan Tapi Tidak Mendapatkannya
Akidah: Istri-istri Nabi Para Ibunda Kita
Ibrah: Layaknya Pohon Kurma
Hukum Islam: Macam-maca Kafarat
Titian: Takdir Allah Pasti Yang Terbaik
Figur: Martsad Bin Abi Marstad
Telisik: Pesta Rakyat
Info Sehat: Waspada BAB Berdarah dan Penyebabnya
Renungan: Setelah Beramal
Syabab: Biar Tenar Asal Viral
Akhlak: Ambisi Ketenaran Dalam Kesia-siaan
Rumah Tangga: Memakmurkan Masjid Bersama Mereka
Buah Hati: Jauhkan Kartun Dari Buah Hati

Rabu, Agustus 08, 2018

Mudah Memahami Ilmu Nahwu Untuk Pemula


Sebuah buku yang disusun secara sederhana untuk memudahkan Anda memahami kaidah-kaidah dasar dalam ilmu nahwu disesuaikan urutan dalam pelajaran matan al ajurumiyah. Dengan metode penyampaian sistematis, cocok bagi pemula yang baru mengenal dan memulai pelajaran nahwu sebagai acuan dalam belajar.


Nama Produk: Mudah Memahami Ilmu Nahwu Untuk Pemula
Tema: Belajar Nahwu Praktis
Penyusun: Ibrahim Abu Kaysa
Penerbit: Adz Dzahabi
Dimensi: 21 X 14 cm
Tebal: 120 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 25.000 


Daftar Isi:
Mukadimah Penulis
Mukadimah Seputar Ilmu Nahwu
Definisi Kalam
Bagian-Bagian Kalam
Tanda-Tanda Isim
Tanda-Tanda Fi’il
Tanda-Tanda Huruf
Bab Definisi I’rob
Bab Mengenal TandajTanda I’rob
Bab Macam-Macam I’rob
Wawu Sebagai Pengganti Dhommah
Alif Sebagai Pengganti Dhommah
Nun Sebagai Pengganti Dhommah
Tanda-Tanda" Na$hob
Tempat-Tempat Fathah
Alif Sebagai Pengganti Fathah
Kasroh Sebagai Pengganti Fathah
Ya’ Sebagai Pengganti Fathah
Hadzfun Nun Sebagai Pengganti Fathah
Tanda-Tanda Khofdh
Tempat-Tempat Kasrah
Ya’ Sebagai Pengganti Kasroh
Fathah Sebagai Pengganti Kasroh
Tanda-Tanda Jazm
Tempat-Tempat Sukun
Tempat-Tempat Membuang Huruf 
Bab Isim Ghoiru Munsharif
Fi’il, Macam-Macam & Tanda-Tandanya
Hukum-Hukum Fi'il
Amil-Amil Penashob Fi'il Mudhori’
Amil-Amil Penjazm Fi’il Mudhori’
Bab Isim-Isim Yang Dirofa'
Bab Fa’il
Bab Naibul Fa’il
Bab Mubtada' & Khobar
Nawashikh Mubtada 8a Khobar
kana dan Saudari-Saudarinya
inna  dan Saudari-Saudarinya
dhona  dan Saudari-Saudarinya
Bab Tawabi’
Bab Na'at
Bab Nakirah & Ma’rifat
Bab Athof
Bab Taukid
Bab Badal
Bab Isim-Isim Yang Dinashob
Bab Maf’ul Bihi 
Bab Maf’ul MutIak
Bab Maf'ul Fihi
Bab Hal
Bab Tamyiz 
Bab Istitsna’
Bab La Nafiyah Lil Jinsi
Bab Munada
Bab' Maf'ul Min Ajlih
Bab Isim-Isim Yang Dikhofdh

Minggu, Agustus 05, 2018

Sirah Shahabat Seri 1 : Menyelami keteladanan 10 shahabat termulia peraih janji surga

Buku ini merupakan rangkuman dari beberapa sumber yang tersebar dibeberapa kitab hadits untuk mendapatkan referensi yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya dikarenakan banyak cerita yang mashur di tengah masyarakat tentang keutamaan para shahabat atau bahkan celaan bagi mereka, bagaimanakah duduk permasalahan yang sebenarnya. Penulis mencoba mengumpulkan beberapa riwayat dan menelusuri keshahihan sumber berita tersebut sehingga banyak ditemukan beberapa cerita yang tidak shahih terhadap biografi para shahabat yang dijadikan sumber fitnah untuk menghacurkan kaum muslimin dan ajaran Islam pada khususnya.
10 shahabat saja yang bisa dihadirkan dalam jilid 1 ini karena mereka memiliki banyak keutamaan dari perilaku hidup sehari-hari untuk dijadikan teladan bagi seluruh umat manusia tentang ketawadhuan, kezuhudan, persaudaraan, keteguhan, dan lain-lain sehingga mereka mendapat julukan 10 shahabat peraih janji surga.


Nama Produk: Sirah Shahabat Seri 1
Tema: Menyelami keteladanan 10 shahabat termulia peraih janji surga
Penyusun: Abu Utsman Kharisman
Penerbit: At Tuqa 
ISBN: 978-979-19741-5-8
Dimensi: 16 X 24 cm
Tebal: 348 halaman
Berat: 650 gram
Harga: Rp. 125.000 

Daftar Isi:
Abu Bakar ash-shiddiq 
» Dibela dan Disegani Lawan 
» Menjadi Sebab Masuk Islamnya Orang-Orang Mulia
» Memerdekakan Sahaya yang Disiksa Karena Keimanan Mereka. 
» Orang Pertama yang Membela Nabi   
» Kejujuran telah Mendarah Daging dalam Diri Beliau, Beliaulah ash-Shiddiq 
» Teman yang Menyertai Nabi saat Berhijrah 
» Pemaaf, Mengharapkan Ampunan Allah 
» Segera Menyesali Kesalahan    
» Mengumpulkan Berbagai Kebaikan dalam Sehari 
» Karamah Abu Bakr dalam Hidangan Makanan untuk Para Tamunya 
» Pengakuan Umar bahwa Abu Bakr akan Selalu Mengalahkannya dalam Kebaikan 
» Laki-laki yang Paling Dicintai Rasulullah   
» Pendapatnya Tepat Benar dengan Pendapat Nabi saat Perjanjian Hudaibiyah 
» Isyarat Rasul bahwa Abu Bakr sebagai Pengganti Beliau 
» Paling Berilmu Paling Paham Isyarat Rasulullah dalam Khotbahnya 
» Imam pengganti saat Rasul Sakit 
» Setegar Karang saat Rasulullah Meninggal 
» Jumlah Hadits yang Diriwayatkan oleh Abu Bakar
» Khalifah Terbaik Pengganti Rasulullah
» Dimulainya Penyusunan Mushaf pada Masa Beliau 
» Meninggalnya Abu Bakr

Umar bin al-Khaththab 
» Abu Bakr dan Umar Terdepan dalam Keimanan 
» Mencintai Abu Bakr dan Umar adalah Sunnah Para Ulama Salaf 
» Kelahiran dan Nasab Umar 
» Keislaman Umar Membawa Kemaslahatan Besar 
» Gelar al-Faruq Qarnun nun Hadid 
» Nabi Pernah Melihat Istana Umar di Surga 
» Keteguhan Umar dalam Beragama Terlibat dalam Mimpi Nabi 
» Ketinggian Ilmu Umar 
» Tidak Tergesa-gesa Menyebar Berita yang Tidak Jelas 
» Setan pun Lari Menjauh darinya 
» Pendapat Umar Tepat Sesuai dengan Turunnya Ayat al-Qur an 
» Langsung Tunduk Jika Dinasihati dengan al-Qur`an 
» Kisah Umar dan Para Sahabat saat Akan Memasuki Wilayah yang Terkena Wabah 
» Zuhudnya Umar 
» Umar Mengobati Shabigh 
» Umar adalah Pintu Penutup Fitnah (Kerusakan) bagi Umat 
» Musibah Besar saat Terbunuhnya Umar 
» Pertemuan Umar dengan Abu Lu`lu`ah Sebelumnya
» Nasihat Umar untuk Pemuda yang Menjenguknya 
» Wasiat Umar kepada Pemimpin yang Akan Menggantikannya 
» Penunjukan Tim Kecil untuk Memilih Khalifah Pengganti 
» Umar Meninggal Dunia

Utsman bin Affan 
» Pengganti Umar yang Terbaik 
» Kemuliaan Utsrnan dalam Perangai Malu
» Sang Pemilik Dua Cahaya 
» Berhijrah Dua Kali 
» Hartawan yang Dermawan
» Utsman Menjadi Sebab Baiatur Ridhwan 
» Komitmén yang Tinggi terhadap Sunnah Nabi 
» Penafsiran Sahabat tentang Ayat al-Qur`an yang Terkait dengan Utsman 
» Kelebihan dalam Ilmu Manasik dan Ilmu Waris 
» Penyusunan Mushaf pada Masa Utsman 
» Sangat Gemar Mernbaca al-Qur`an
» Pujian Ali kepada Utsman 
» Pembelaan Ibnu Umar terhadap Utsman 
» Kabar dan Isyarat Nabi bahwa Utsman Akan Meninggal sebagai Syahid 
Menjemput Syahadah
» Fitnah (Ujian) Besar dengan Terbunuhnya Utsmanl 
» Akhir Masa Kekhalifahan Utsman 

Ali bin Abi Thalib 
» Pernikahan Ali dengan Fathimah 
» Tidur di Pembaringan Nabi 
» Mengembalikan Barang Titipan Orang-Orang 
» Ayat-Ayat al-Qur`an yang Terkait dengan Ali bin Abi Thalib 
» Beberapa Hadits tentang Keutamaan Ali bin Abi Thalib
» Doa Nabi agar Ali Memiliki Keahlian sebagai Hakim 
» Kedalaman Ilmu Ali tentang al-Qur`an 
» Tidak Mengkhususkan Penyebutan Karramallahu Wajhah untuk Ali
» Beberapa Contoh Hadits dan Kisah yang Lemah atau Palsu tentang Ali 
» Kabar bahwa Ali akan Terbunuh dan  Pembunuhnya Orang Paling Celaka

Thalhah bin Ubaidillah
» Nama dan Nasab Thalhah 
» Menanggung Siksaan karena Masuk Islam 
» Mendapat Bagian dan Pahala Perang Badr 
» Kepahlawanan Thalhah dalam Perang Uhud
» Syahid yang Berjalan di Muka Bumi 
» Kedermawanan Thalhah 
» Menepis Syubhat Anggapan Keinginan Beliau Menikahi Istri Nabi 
» Orang Pertama yang Bangkit Menyambut Kedatangan Ka’b bin Malik Setelah Tobatnya Diterima
» lpar Istri-Istri Nabi
» Bertasbih hingga Meninggal Dunia

Az Zubair bin al-Awwam 
» Nama dan Nasabnya 
» Kukuh dalam Keislaman meski Disiksa 
» Sahabat Sebaya Berjuang Bersama 
» Postur Tubuh Tinggi Menjulang 
» Doa Nabi untuk az-Zubair dan Pedangnya
» Az-Zubair dalam Perang Badr 
» Hawari Nabi 
» Bersikap Wara ’dalam Menyampaikan Hadits 
» Ayat al-Qur`an yang Terkait dengan az-Zubair 
» Kekayaan dan Kedermawanan az-Zubair 
» Kisah Wasiat az-Zubair Mengenai Utangnya 
» Nasihat Ali kepada az-Zubair dalam Perang Jamal 
» Terbunuhnya az-Zubair 

Sa'ad  bin Abi Waqqash 
» Orang Ketiga yang Memeluk Islam 
» Nama dan Nasab 
» Teguh dalam Islam Meski Ibunya Mengancam
» Penjaga Nabi saat Baru Tiba di Madinah 
» Keberkahan Doa Nabi untuk Doa Sa’d 
» Kepahlawanan Sa’d dalam Perang Uhud
» Pelontar Panah dan Pengalir Darah Pertama dalam Islam
» Ayat-Ayat al-Qur`an yang Turun Terkait dengan Sa'd
» Bersabar dalam Penderitaan Berjuang Bersama Rasul
» Penaklukan Madain, Ibu Kota Persia di Irak: Keajaiban Pasukan Sa’d bin Abi Waqqash 
» Tuduhan Dusta Sebagian Penduduk Kufah terhadap Sa’d 
» Sikap Sa’d dalam Menjauhi Fitnah 
» Meninggalnya Sa'd

Abdurrahman  bin Auf 
» Pemberian Nama dari Nabi 
» Kisah Abdurrahman dalam Perang Badr 
» Kisah Persaudaraan yang Menakjubkan 
» Nabi Pernah Shalat Bermakmum kepada Abdurrahman
» Ikut Menemani Nabi Menjenguk Orang Sakit 
» Ayat al-Qur`an yang Terkait dengan Abdurrahman 
» Keringanan untuk Mernakai Sutra bagi  Abdurrahman bln Auf 
» Kedermawanan Abdurrahman
» Menjaga dan Memberikan Banyak Bantuan kepada para Istri Nabi 
» Tidak Sahih Hadits bahwa Abdurrahman Akan Masuk Surga dengan Merangkak 
» Berperan Penting saat Pemilihan Pengganti Umar 
» Ilmu Abdurrahman yang Bermanfaat untuk Umar
» Meninggalnya Abdurrahman bin Auf 

Said bin Zaid 
» Nama dan Nasab 
» Ayahnya di Atas Tauhid Sebelum Diutusnya Nabi
» Keislaman Sa’id bin Zaid 
» Peristiwa Berguncangnya Hira 
» Mendapat Bagian dan Pahala Perang Badr 
» Layak Menjadi Ahli Syura Sepeninggal Umar 
» Doanya Mustajab
» Pembélaan Sa’id bin Zaid terhadap Sahabat Nabi yang Lain 
» Menghindar dari Fitnah yang Terjadi Setelah Terbunuhnya Utsman 
» Meninggalnya Sa’id bin Zaid 

Abu Ubaidah bin al-Jarrah 
» Nama dan Nasab
» Benarkah Abu Ubaidah Membunuh Ayahnya dalam Perang Badr? 
» Kisah yang Banyak Tersebar: Abu Ubaidah Mencabut Potongan Besi dari Pipi Nabi dengan Giginya
» Laki-laki yang Paling Dicintai Nabi Setelah Abu Bakr dan Umar 
» Manusia yang Sangat Tepercaya 
» Nabi Mempersaudarakannya dengan Abu Thalhah 
» Sikap Terpuji Abu Ubaidah yang Mengalah 
» Abu Bakr Menawarkan kepada Kaum Muslimin Membaiat Umar atau Abu Ubaidah 
» Hidangan dari Laut 
» Penggantian Khalid bin al-Walid dengan Abu Ubaidah Sebagai Pemimpin dalam Pengepungan Damaskus 
» Berkonsultasi kepada Umar dalam Masalah Warisan untuk Paman dari jalur Ibu 
» Zuhudnya Abu Ubaidah dan Mu’adz bin Jabal 
» Umar Ingin Abu Ubaidah Menggantikannya 
» Meninggalnya Abu Ubaidah

Sirah Para Nabi dan Rasul : Mendulang Faidah dan Hikmah dari Kisah Nyata Manusia Termulia Sepanjang Sejarah

Sirah para nabi dan rasul yang diterjemahkan dari kitab qhashshasul anbiya karya Asy Syaikh Abdurahman bin Nashir As Sa'di memuat cerita-cerita Qurani dari manusia terbaik yang dipilih Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai penghulu umat pada jamannya. Inilah kisah shahih dari para nabi dan rasul pilihan karena banyaknya para nabi dan rasul yang pernah Allah subhanahu wa ta'ala utus tidak semuanya tercantum dalam Al Qur'an untuk memberi referensi kepada Anda, apakah cerita para nabi yang beredar dimasyarakat kita hingga saat ini benar atau tidak, dan toko dalam cerita tersebut statusnya sebagai nabi, rasul, atau orang shalih yang diberi kemampuan lebih dibanding manusia pada umumnya hingga banyak kita temukan adanya nabi palsu. Sehingga jelaslah bagi kita siapakah sebenarnya nabi, rasul, wali, dan sebagainya.

Nama Produk: Sirah Para Nabi dan Rasul
Tema: Mendulang Faidah dan Hikmah dari Kisah Nyata Manusia Termulia Sepanjang Sejarah
Judul Asli: Qashshasul Anbiya
Penyusun: Asy Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As Sa'di
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman
Penerbit: At Tuqa 
ISBN: 978-979-19741-4-1
Dimensi: 16 X 24 cm
Tebal: 324 halaman
Berat: 650 gram
Harga: Rp. 120.000 

Daftar Isi:
MUKADIMAH PENERBIT (KITAB ASLINYA)
MUKADIMAH PENYUSUN 
KISAH NABI ADAM (Bapak manusia) 
KISAH NABI NUH   
KISAH NABI HUD   
KISAH NABI SHALIH   
KISAH NABI IBRAHIM "SANG KEKASIH AR-RAHMAN" 
Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il
Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Luth
KISAH NABI LUTH
KISAH NABI SYU'AIB
KISAH NABI MUSA DAN HARUN
KISAH NABI YUNUS
KISAH NABI DAWUD DAN NABI SULAIMAN
KISAH NABI AYYUB
KISAH AL-KHADHIR/AL-KHIDHIR DAN NABI MUSA
KISAH DZUL QARNAIN
KISAH NABI YUSUF DAN NABI YA'QUB
KISAH NABI ISA, IBU BELIAU, NABI ZAKARIYA, DAN NABI YAHYA
KISAH ASHHABUL KAHFI
KISAH PENUTUP PARA NABI, PEMIMPIN PARA RASUL, YANG DITURUNKAN KEPADANYA AL QUR`AN SEBAGAI PETUNJUK DAN RAHMAT BAGI SELURUH ALAM
Keadaan beliau pada saat sebelum turunnya Al-Qur`an kepada beliau
Tahun Kedua Hijriyah
Tahun Ketiga Hijriyah
Tahun Keempat Hijriyah
Tahun Kelima Hijriyah
Tahun Keenam Hijriyah
Tahun Kedelapan Hijriyah
Tahun Sepuluh Hijriyah
Tahun Kesembilan Atau Kesepuluh Dari Hijrah