Ahlan wa Sahlan di Penerbit Gema Ilmu Yogyakarta.
Informasi produk dan layanan setiap hari kerja jam 09:00-15:00 kecuali hari jum'at libur silahkan hubungi nomor kontak kami (0274) 897664. 0813 2880 8279. 0853 2769 6767. Barakallahufikum.

PERHATIAN

Dilarang mencopy paste materi dalam situs ini tanpa seijin pengelola karena termasuk pencurian, jika Anda berkenan untuk meminta ijin itu lebih baik dan tidak berdosa dibanding asal pindah materi ke situs Anda.

Rabu, November 14, 2018

Tumbangnya Firaun Sang Diktator Kisah Nabi Musa ’Alaihis Salam Melawan Kediktatoran Fir’aun

Kisah Nabi Musa 'Alaihis Salam dan firaun salah satu kisah yang selalu diceritakan sepanjang masa karena banyak pelajaran penting di dalamnya tentang sebuah perlawanan rakyat kecil kepada penguasa besar dan dhalim berbekal mukjizat sebagai bukti kebenaran yang dibawa dari rabbnya. Walaupun musibah dan bukti kebenaran telah ditunjukkan tidak  menggoyahkan kesombongan sang penguasa karena cinta dunia kecuali setelah menjelang ajal barulah mengakui kebenaran itu walaupun sudah tidak berguna lagi. Bukti kesombongan itu bahkan masih terawat sampai saat ini yaitu sebuah lautan yang tidak memiliki kehidupan di dalamnya untuk kebutuhan makhluk hidup agar dijadikan buah pelajaran bagi generasi berikutnya sampai hari akhir.

Nama Produk: Tumbangnya Firaun Sang Diktator
Tema: Kisah Nabi Musa ’Alaihis Salam Melawan Kediktatoran Fir’aun
Penyusun: Abu Hudzaifah Ahmad bin Kadiyat
Penerbit: Pustaka Humaira
Dimensi: 14 X 20 cm
Tebal: 84 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 22.000

Daftar Isi:
Latar Belakang
Kerajaan Mesir
Nabi Musa Lahir
Menuju Istana Firaun
Peristiwa Menegangkan di Istana
Hampir  Saja
Musa Tumbuh Dewasa
Menyelamatkan Diri ke Madyan
Diangkat Menjadi Rasul
TIba di Mesir
Melawan Kekuatan Penyihir
Bani Israil Semakin Dianiaya
Bencana Silih Berganti Menimpa Suku Qibthi
Tenggelamnya Firaun dan Bala Tentaranya
Asiyah Istri Firaun

Senin, November 05, 2018

Terjemah Kitabul Jami’ Dari Bulughul Maram

Kecil dan ringkas, itulah  tema yang dipilih untuk buku ini sengaja dihimpun dari penjelasan asy Syaikh Muhammad bin Shaleh al Utsaimin Rahimahullah dalam kitab Bulughul Maram yang disusun oleh al Hafidz Ibnu Hajjar al Asghalani Rahimahullah terkait permasalahan adab sebagai bekal setiap muslim dalam bermuamalah sehari-hari sesuai bimbingan syariat karena  dalam pelaksanaan muamalah setiap insan terkait hubungan sesama manusia dan sang pencipta.

Nama Produk: Terjemah Kitabul Jami’ Dari Bulughul Maram
Tema: Upaya Membekali Diri Dengan Ibadah Suluk, Akhlak Mulia dan Budi Pekerti Luhur
Penyusun: Al Hafidz Ibnu Hajjar al Asqalani Rahimahullah
Penerbit: Adz Dhahabi
Dimensi: 8 X 12 cm
Tebal: 122 halaman
Berat: 50 gram
Harga: Rp. 19.500

Daftar Isi:
Bab Adab
Bab Kebajikan dan Hubungan SIlaturahmi
Bab Zuhud dan Wara
Bab Menjauhi Akhlak Yang Buruk
Bab Dorongan Berakhlak Yang Mulia
Bab Dzikir dan Doa

Kamis, Oktober 25, 2018

Penjelasan Tentang Sujud Sahwi, Tilawah, dan Syukur Suatu Amalan Yang Terlewatkan Oleh Kaum Muslimin Tentang Makna Sujud dan Penerapannya


Ini adalah risalah ringkas tentang hukum sujud sahwi dalam shalat yang mengumpulkan semua hukum dan keadaannya disertai dengan contoh untuk mendekatkan pemahaman. Asy-Syaikh al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menempuh metode ringkasan disertai dengan contoh-contohnya agar mudah dikuasai, lebih mudah dalam menjelaskan, dan lebih mencakup dalam memaparkannya. Metode ini beliau tempuh karena kebutuhan yang sangat mendesak bagi kaum muslimin untuk mengetahui hukum-hukumnya. Asy-Syaikh Rahimahullah, mengatakan, "Terlebih bagi para imam shalat yang dikuti kaum muslimin. Mereka memikul tanggung jawab dalam mengikuti aturan syari'at ketika akan mengimami kaum muslimin dengan shalat itu."

Nama Produk: Penjelasan Tentang Sujud Sahwi, Tilawah, dan Syukur
Tema: Penjelasan Penting Suatu Amalan Yang Terlewatkan Oleh Kaum Muslimin Tentang Makna Sujud dan Penerapannya.
Penyusun: Asy Syaikh Muhammad Sa’ad Raslan
Penerbit: Al Abror Media
Dimensi: 13 X 10 cm (buku saku)
Tebal: 102 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 00.000

Daftar Isi:
Definisi Sujud Sahwi dan Hukumnya, Sebab-Sebab Sujud Sahwi 
Pertama: Menambah 
Mengucapkan Salam Sebelum Shalat Sempurna 
Kedua: Mengurangi 
Kekurangan dalam Rukun 
Kekurangan dalam Wajib Shalat 
Ketiga: Ragu 
Keraguan Tidak Dilihat dalam Ibadah pada Tiga Keadaan 
Keraguan dalam Shalat Tidak Terlepas dari Dua Keadaan 
Contoh Kondisi Ragu 
Faedah: apabila ragu dalam shalat kemudian mengikuti yang diyakini atau yang dinilai lebih kuat menurutnya. Kemudian menjadi jelas bahwa apa yang is lakukan sesuai dengan kenyataan dan tidak terjadi penambahan dan tidak pula pengurangan dalam shalatnya
Sujud Sahwi bagi Makmum 
Sujud Sahwi Terkadang Dilakukan sebelum Salam dan Terkadang setelah Salam beserta Rinciannya 
Dilakukan Sebelum Salam pada Dua Kondisi 
Dilakukan Setelah Salam pada Dua Kondisi 
Penutup Risalah 
SUJUD TILAWAH 
Hukum Sujud Tilawah 
Hukum-Hukum Terkait Sujud Tilawah 
Apakah Sujud Tilawah Ketika dalam Shalat 
Apakah Bacaan Sajdah dibaca Ketika Shalat jahriyyah dan Sirriyyah 
Sujud Tilawah di atas Tujuh Anggota Sujud 
Bacaan Sujud Tilawah 
Apakah Sujud Setiap Melewati Bacaan Sajdah 
Lupa Sujud Ketika Melewati Bacaan Sajdah 
Sebagian Letak Sujud Tilawah dalam al-Qur'an 
Hukum Sujud Tilawah bagi Pembaca, Penyimak dan yang Sekadang Mendengar 
Bertakbir untuk Sujud Tilawah 
SUJUD SYUKUR 
Kapan disyari'atkan Sujud Syukur 
Bacaan Sujud Syukur 

Bagaimana Islam Memuliakan Wanita Bukti Nyata Kesempurnaan Ajaran Islam dalam Menunaikan Hak kepada Para Wanita


Islam telah memuliakan wanita, terbukti dengan dikhususkanlah sebuah surat Al-Qur'an untuk wanita. Surat ini dinamai dengan surat an-Nisa' (wanita), sementara itu tidak ada surat khusus untuk kaum laki-laki. Sehingga hal ini menunjukkan perhatian Islam kepada kaum wanita, terlebih terhadap seorang ibu. Allah Ta'ala telah memberikan wasiat (untuk berbakti kepada) ibu setelah wasiat untuk beribadah kepada-Nya, karena wanita adalah generasi penerus dan mengikat kebaikan masyarakat dengan kebaikan wanita, bahkan kerusakan masyarakat karena rusaknya wanita karena wanita memegang peran besar di tengah keluarganya. Ketahuilah tugas besar itu adalah tarbiyah (pendidikan) anak-anak yang dari anak-anak itulah akan terbentuk suatu masyarakat. Kemudian dari sejumlah kelompok masyarakat akan terbentuklah suatu negara Islam. 

Nama Produk: Bagaimana Islam Memuliakan Wanita (Terjemah Takrimul Mar’ah Fiil Islam)

Tema: Bukti Nyata Kesempurnaan Ajaran Islam dalam Menunaikan Hak kepada Para Wanita

Penyusun: Asy Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu
Penerbit: Al Abror Media
Dimensi: 14 X 20 cm
Tebal: 164 halaman
Berat: 200 gram
Harga: Rp. 00.000

Daftar Isi:
Kaum Wanita di Masa Jahiliah
Mengubur Hidup-hidup Bayi Perempuan 
Kemuliaan Wanita dalam Islam 
Kemuliaan Seorang Ibu dalam Islam 
Surat an-Nisa' adalah Pemuliaan bagi Wanita 
Kepemimpinan Laki-laki untuk Pengaturan Bukan untuk Menjajah 
Kaum laki-laki itu adalah Pemimpin bagi kaum wanita 
Solusi Mengatasi Wanita yang Suka Menentang Suami 
Hak-hak Suami Isttri  
Di antara Faedah dari khutbah yang Agung 
Hikmah Diciptakannya Laki-laki dan Perempuan 
Alasan Mengapa Laki-laki Berbeda dengan Wanita 
Jilbab Wanita Muslimah 
Syarat Jilbab 
Pakaian Laki-laki dan Perempuan 
Hijab adalah Bentuk Pemuliaan dan Penjagaan bagi Wanita  
Hukum Poligami dalam Islam 
Poligami adalah Kemuliaan bagi Wanita 
Memaafkan dan Berlapang Dada 
Wanita adalah Senjata yang Bermata Dua 
Rusaknya Wanita Karena Pekerjaan/Profesi 
Ketika Suami Jauh dari Keluarga 
Tanggung Jawab Wanita 
Dampak Negatif Wanita Bekerja di Luar Rumah 
Perempuan yang Bekerja Menjadi Sebab Banyaknya Angka Pengangguran 
Efek Buruk Percampuran Laki-Laki dan Perempuan di Sekolah 
Dampak Buruk Ikhtilath (Percampuran Laki-Laki dengan Perempuan) 
Kesimpulan Faedah dari Kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam. 
Syarat Pekerjaan bagi Wanita 
Memilih Suami dan Memilih Istri 
Wanita Bebas Memilih Suami 
Rasulullah Sangat Memuliakan Anak Perempuan 
AI-Qur'an Memuliakan Anak Perempuan 
Kemuliaan Wanita Muslimah 
Haramnya Membunuh Wanita dalam Perang 
Islam Menjaga Nama Wanita 
Wahyu Turun untuk Membela Wanita 
Praktik Nyata Bermusyawarah dengan Wanita Salehah  
Sikap Kaum Wanita terhadap Agama 
Wasiat Seorang Ibu untuk Putrinya di Hari Pernikahan  
Syarat Wali dalam Pernikahan Wanita 
Kewajiban Wali terhadap Wanita yang Ada dalam Kewaliannya 
Khansa' Sebelum Masa Islam dan Setelah Masa Islam  
Sang Khalifah Menyelamatkan Wanita yang Lemah 
Wanita Amerika Memeluk Islam 
Hajar Berdakwah untuk Menyebarkan Islam 
Pelecehan dan Perendahan terhadap Wanita di Negeri Kafir
Ringkasan Risalah 
Pentingnya Pendidikan bagi Wanita 
Janganlah Menyeru Seorang pun-Bersamaan Menyeru kepada Allah    

Konspirasi Mongol Dan Salibis Sebuah Fakta Sejarah Persengkokolan Bangsa Mongol dan Salibis Dalam Menghancurkan Kaum Muslimin Pada Abad ke-7 dan 9 Hijriyah


Masa kejayaan islam pernah mencapai puncaknya hingga sampai daratan eropa sehingga banyak catatan sejarah perkembangan islam tertuang dalam buku-buku sejarah peradaban di beberapa Negara. Akan tetapi tak semua kejayaan islam masih ada hingga sekarang, bahkan ceritanya saja sudah tak terdengar kecuali oleh segelintir orang. Terlebih lagi dalam kajian-kajian sejarah islam seakan tak pernah disinggung yang seolah-olah islam tidak pernah mengalami keterpurukan sehingga banyak kaum muslimin selalu bangga dan tidak waspada adanya musibah yang akan mengancam karena terlena dengan keberhasilan yang pernah dicapai. Akan tetapi dibelahan dunia pernah terjadi penghancuran islam bahkan tanpa sisa hingga saat ini yang dilakukan oleh musuh-musuh islam.

Akankah musibah ini kembali terjadi? Ini salah satu catatan sejarah islam yang perlu Anda ketahui dan jangan sampai terlena dengan makar-makar musuh Islam di mana saja berada agar musibah ini tidak terulang. Anda tidak percaya? silahkan baca selengkapnya dalam buku ini.


Nama Produk: Konspirasi Mongol Dan Salibis
Tema: Sebuah Fakta Sejarah Persengkokolan Bangsa Mongol dan Salibis Dalam Menghancurkan Kaum Muslimin Pada Abad ke-7 dan 9 Hijriyah.
Penyusun: Dr. Syafiq Jasir Mahmud
Penerbit: Al Abror Media
Dimensi: 14 X 20 cm
Tebal: 70 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 00.000

Daftar Isi:
Akar Permusuhan antara Muslimin dan Nasrani 
Kemunculan Mongol 
Pandangan Kaum Salib kepada Mongol 
Permulaan Surat-menyurat antara Salibis dan Mongol 
Sikap Kayok Khan 644-646 H (1246-1248 M) terhadap Sejumlah Ajakan di Atas 
Sikap Mangu Khan 646 -655 H (1248 — 1257 M) terhadap Upaya-upaya Salibis 
Persekutuan antara Mongol dan Salibis pada Masa Kubilai Khan 655 — 693 H (1257-1294 M)
 Khan Abaqa (Abgha Khan) Anak Hulago: 665 — 681 H (1265 — 1282 M) 
Ahmad Tekward Khan (Ahmad bin Hulago) 
Khan-khan Arghon, Kaikhano, dan Bayado 
Ghazan (Qazan) Khan 694 — 704 H (1295 — 1304 M) 
Sikap Mongol Qafajak (Kabilah Emas) terhadap Raja-raja Kaum Muslimin 
Kesimpulan dari Upaya Persengkongkolan  

Memahami Makna Bacaan Shalat Menikmati Indahnya Dialog Suci Dengan Ilahi

Memahami makna bacaan shalat merupakan kumpulan catatan yang dihimpun berdasarkan keprihatinan kepada umat ini yang tidak bisa khusyu dalam shalat, karena khusyu merupakan rukun dalam shalat, sehingga dengan memahami bacaan shalat akan membantu setiap orang bisa khusyu ketika shalat. Latar belakang penulisan buku ini dipicu adanya upaya sebagian kaum muslimin menerapkan shalat 2 bahasa agar bisa memahami bacaan shalat, bagaimana kedudukan masalah ini dalam syariat, apakah shalatnya sah atau tidak. Lalu bagaimana petunjuk syariat ini agar kaum muslimin bisa khusyu dalam shalat tanpa membuat inovasi ibadah dalam syariat dikarenakan sudah sempurnanya syariat ini, tinggal tanyakan kepada yang lebih ahli dalam ilmu syariat, pelajari dan amalkan serta tidak perlu mencari-cari cara ibadah diluar syariat.

Nama Produk: Memahami Makna Bacaan Shalat
Tema: Sebuah Upaya Menikmati Indahnya Dialog Suci Dengan Ilahi
Penyusun: Abu Utsman Kharisman
Penerbit: Pustaka Hudaya
Dimensi: 13 X 19 cm
Tebal: 384 halaman
Berat: 350 gram
Harga: Rp. 00.000

Daftar Isi:
Tips Ringkas Untuk Khusyu’ Dalam Shalat
Takbiratul Ihram
Do’a Istiftah
Allahumma baa’id baynii
Subhaanakallaahumma wa bihamdika 
Allaahu akbar kabiroo 
Alhamdulillahi hamdan katsiiro 
Wajjahtu wajhiya 
Bacaan Ta’awud
Membaca al Fathihah
Pujian kepada rabb semesta alam 
Yang maha pengasih lagi maha penyayang
Sang penguasa hari pembalasan 
Hanya kepadanya kami menyembah
Tunjukkan kami ke jalan yang lurus 
jalan yang engkau beri nikmat 
Bukan jalannya orang yang dimuraki
Mengagungkan Allah dalam rukuk 
Subhaana robbiyal adzhiim
Subbuuhun qudduus 
subhaakallahumma robbanaa 
subhaana Dzil jabaruut 
allahuma Laka roka’tu
bacaan bangkit dari rukuk
bacaan I’tidal 
merasakan kedekatan allah dalam sujud
Bacaan duduk di antara dua sujud
Bacaan tasyahud
Bacaan sholawat kepada nabi 
Doa-doa setelah sholawat sebelum salam 
Bacaan salam 
Menikmati setiap gerakan sholat dengan tenang (thumnninah) dan tidak tergesa-gesa 
Index catatan kaki 
Daftar rujukan 
Ringkasan bacaan dalam sholat 

Rabu, Oktober 24, 2018

Menggali Kandungan Makna Surat Yaasin


Menggali kandungan makna surat yaasin yang merupakan kumpulan tafsir surat yaasin yang disarikan dari penjelasan Asy Utsaimin Rahimahullah dari beberapa kitab tafsir populer seperti tafsir Jalalain, tafsir Ibnu Katsir, tafsir At Thabary, tafsir al Baghawy, tafsir al Qurthuby, Fathul Qadir, tafsir As Sa’di dan tafsir Muyassar yang akan memperdalam pemahaman setiap ayat dari penjelasan ulama tafsir tentang makna surat yaasin, karena surat yaasin merupakan salah satu surat yang cukup banyak dibaca kaum muslimin pada hari-hari tertentu dan tentunya tak hanya dibaca saja akan tetapi memahami maknanya juga lebih utama karena akan jelas kandungan makna dari ayat-ayat tersebut.

Nama Produk: Menggali Kandungan Makna Surat Yaasin
Tema: Penjelasan Tafsir Surat Yaasin
Penyusun: Abu Utsman Kharisman
Penerbit: Pustaka Hudaya
Dimensi: 13 X 19 cm
Tebal: 224 halaman
Berat: 200 gram
Harga: Rp. 00.000

Daftar Isi:
Allah Bersumpah dengan al Quran akan Benarnya Risalah Muhammad shollallahu alaihi wasallam 
Ayat Ke-1 Sampai 6 
Ketetapan Allah Bagi Sebagian Orang Kafir Bahwa Mereka Tidak Akan Beriman 
Ayat Ke-7 Sampai 10 
Orang yang Mengambil Manfaat dari Peringatan Nabi 
Ayat Ke-11 
Allah Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, Mencatat Perbuatan dan Jejak Manusia 
Ayat Ke-12
Kisah Penduduk Kampung yang Mendustakan Rasul
Ayat Ke-13 Sampai 19
Perjuangan Dakwah Seorang Beriman yang Benar- Benar Mengharapkan Kebaikan untuk Kaumnya
Ayat Ke-20 Sampai 27
Siksaan yang Disegerakan Bagi Penentang Dakwah Rasul
Ayat Ke-28 Sampai 29
Orang yang Sudah Mati, Tidak Akan Hidup Kembali di Dunia. Kecuali Atas Kehendak Allah. Seluruhnya Akan Dibangkitkan Kelak
Ayat Ke-31 Sampai 32
Tanda Kekuasaan Allah: Menghidupkan Bumi yang Mati Hingga Memberi Manfaat Kehidupan
Ayat Ke-33 Sampai 36
Tanda Kemahakuasaan Allah: Pergantian Siang- Malam, Peredaran Matahari dan  Bulan
AYAT KE-37 Sampai 40
Nikmat dari Allah, Keselamatan Manusia dalam Pelayaran di Lautan
Ayat Ke-41 Sampai 44
Kesombongan Orang Kafir Saat Di Dunia Bertolak Belakang dengan Sikapnya Saat Hari Dibangkitkan
AYAT KE-45 Sampai 53
Saat Pengadilan Allah yang Tidak Ada Kedzhaliman Sedikit pun
Ayat Ke-54
Penduduk Surga Sibuk dalam Aktivitas yang Menyenangkan
AYAT KE-55 Sampai 58
Celaan terhadap Orang-orang yang Banyak Berbuat Dosa Agar Menyingkir dari Barisan Kaum Bertakwa
Ayat Ke-59
Larangan Menyembah Syaithan yang Telah Banyak Menyesatkan
Ayat Ke-60 Sampai 62
Kehinaan bagi Orang-orang yang Dulunya Mendustakan Ancaman Adzab Neraka
Ayat Ke-63 Sampai 64
Anggota Tubuh Manusia Bersaksi
Ayat Ke-65 
Ancaman Allah untuk Menghilangkan Penglihatan dan Merubah Wujud Mereka
AYAT KE-66 Sampai 67
Berangsur-angsur Memudarnya Kekuatan Fisik Manusia
Ayat Ke-68 
Al Quran Bukanlah Syair dan Nabi pun Bukan Penyair
Ayat Ke-69 
Al Quran adalah Peringatan Bagi Orang yang Hidup
Nikmat Binatang Ternak yang Dikuasakan Allah untuk Manusia
AYATKE-71 Sampai 73
Sesembahan Selain Allah Tak Akan Mampu Menolong
AYAT KE-74 Sampai 75
Allah Ta’ala Menghibur Nabi-Nya Agar Jangan Bersedih dengan Ucapan Kaum Kafir
Ayat Ke-76
Kesombongan Manusia, Padahal la Tercipta dari Sesuatu yang Hina
Ayat Ke-77 Sampai 79
Kemahakuasaan Allah Menakdirkan Api dari Gesekan Ranting Pohon
Ayat Ke-80
Sang Pencipta Langit dan Bumi Maha Mampu Mencipta Segala Sesuatu Sesuai Kehendak-Nya
Ayat Ke-81
Begitu Mudah Bagi Allah Menakdirkan Segala Sesuatu, dan Kepada-Nya lah Manusia Akan Dikembalikan
Ayat Ke-82 Sampai 83

Senin, Oktober 22, 2018

Majalah Qudwah Edisi 63 Tema Barshisha VS Al Abyadh

Kehidupan seorang mukmin adalah pertempuran seluruhnya. Sejak pertama kali lahir di dunia, setan telah mendatangi dan menusuknya hingga pecahlah tangisnya. Selanjutnya pertempuran pun dimulai. 
Ketika Allah menakdirkan keimanan di hatinya, maka akan tumbuhlah anak Adam di atas keimanan. Namun, iblis dan balatentaranya tidak tinggal diam. Hasad dan kedengkian mereka kepada anak cucu Adam tak pernah padam. Segala makar dan tipu daya mereka rencanakan untuk menggelincirkan manusia ke jurang neraka tempat mereka kan disiksa. Mereka tidak rela disiksa kecuali menyeret anak Adam sebanyak-banyaknya ikut bersama. 
Akan tetapi Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah tidak akan membiarkan anak Adam diperangi begitu saja oleh setan durjana. Diutuslah oleh-Nya para Rasul untuk membekali anak Adam dengan senjata untuk bertempur layaknya seorang ksatria. Dengan berbekal petunjuk-Nya tipu daya Iblis bukan apa-apa. Bagi yang terpetunjuk pertempuran akan berakhir dengan kemenangan di tangannya. 
Namun pertempuran tetaplah pertempuran. Sebelum berakhir, terkadang menang terkadang terkalahkan. Jika menang janganlah segera bertepuk dada, karena sesungguhnya kemenangan itu semata karunia-Nya. Jangan lupa, iblis dan balatentara bukanlah musuh yang mudah berbalik ke belakang. Lihatlah, sebentar lagi mereka datang dari arah yang berbeda. Sampai benar-benar nyawa telah terangkat dari jasad, saat itulah pertempuran baru usai. 
Pembaca yang kami hormati, Qudwah edisi kali ini membawakan kisah pertempuran ini sebagai kisah utama. Sebuah kisah pertempuran dari salah seorang anak Adam yang hidup di masa lalu melawan setan nan durjana, licik tiada tara. Semoga kisah ini membantu kita untuk mengetahui sedikit banyak makar dan tipudaya para setan. Dengan demikian akan menjadikan kita semakin waspada dan waskita. Peka rasa menghadapi keculasan setan pendusta. 
Jangan lupa juga bahwa tiada yang mampu memenangkan kita kecuali pertolongan-Nya. Sehingga jangan henti-henti berdoa memohon kemurahan-Nya agar memberi petunjuk untuk kita. Sehingga tipudaya setan tersingkap tanpa pernah menjerat. Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin. 
Kisah-kisah lain yang tak kalah menariknya kami sajikan pula untuk Anda di edisi ini. Hikmah yang saling melengkapi sehingga semakin purnalah bekal Anda. Semoga.

Nama Produk: Majalah Qudwah Edisi 63 Tema Barshisha VS Al Abyadh
Tema: Barshisha VS Al Abyadh
Penerbit: Media Tashfiyah
Dimensi: 15 X 23 cm
Tebal: 96 halaman
Berat: 150 gram
Harga: Rp. 13.000

Daftar Isi:
Anbiya: Dengan Kuasa Allah Lautpun Terbelah
Asbabun Nuzul: Menebar Cela
Biografi: Yang Memenangkan Perdebatan
Ulama: Putranya Kitab-kitab
Khairul Ummah: Pelindung Fakir Miskin
Asbabul Wurud: Kisah Heroik Amir bin Al Akwa
Samawi: Barsisha dan al Abyadh
Niswah: Kegagalan Adalah Pengalaman Berharga
Khutbah Jumat: Memandikan Jenazah
Masa Depan: Kegelapan-kegelapan Akhirat
Nubuwah: Hadirilah Majelis Ilmu
Karamah: Az Zubair bin Awwam, Allah Melunasi Utangnya
Kisahku: Kupegang Walau Nyawa Harus Meregang
Mauizah Generasi Terbaik
Sirah: Selamat Datang Rasulullah Shalallahu’alihi wa Sallam
Tarikh: Tahun Paceklik dan Kemarau Panjang
Tobat: Keselamatan Hati

Majalah Azka Edisi 61 Tema Qanaah Merasa Cukup

Shahabat Azka, pada edisi kali ini kita akan belajar tentang sifat qonaah, yaitu sifat merasa cukup terhadap semua yang kita dapatkan dan miliki sehingga tidak perlu iri dengan kelebihan orang lain karena akan membuat kalian menghargai sesama teman dengan memahami kelebihan orang lain dan mengakui kekurangan diri sendiri. Semua itu adalah bentuk keadilan Allah subhanahu wa ta’ala untuk semua hambanya karena kelebihan yang dimiliki orang lain belum tentu berakibat baik kepada kalian, bisa jadi jika kelebihan ini kalian miliki akan membebani kalian karena membutuhkan berbagai usaha yang tidak sanggup dilakukan karena kurangnya amanah, atau jika membutuhkan bantuan orang lain untuk mendapatkannya, akan memberatkan. Seperti ada seorang teman kalian memiliki mainan yang mahal sedangkan kalian ingin memilikinya, sementara orang tua kalian tidak mampu membelikannya, apakah yang terjadi? Nah begitulah ujian bagi kalian untuk memiliki sifat qonaah terhadap semua yang kalian dapatkan. 
Bukan hanya dalam masalah keduniaan saja, sifat qonaah juga dibutuhkan dalam menerima ketentuan Allah yang terjadi dalam diri kita, termasuk di antaranya adalah dalam pelaksanaan ibadah yang tidak perlu ditambah atau dikurangi dari batas-batas yang sudah ditentukan syariat.

Nama Produk: Majalah Azka Edisi 61 Tema Qanaah Merasa Cukup
Tema: Qanaah Merasa Cukup
Penerbit: Media Tashfiyah
Dimensi: 15 X 23 cm
Tebal: 46 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 9.000

Daftar Isi:
Kisah: Badui Masuk Surga
Khulafa: Abu Bakar Radhiallahu’anhu Sang Khalifah
Anbiya: Nabi Zakariya ‘Alaihissalam
Tafsir: Hikmah Penciptaan Manusia
Uswah: Saad bin Muadz Radiyallahu’anhu
Akhlak: Sifat Qanaah
Ibadah: Yuk Menjaga Kesucian
Hadits: Jazakallahukhaira
Akidah: Bintang
Mufrodat: Dapur
Kesehatan: Mandi Matahari
Fauna: Ular Berkepala Dua
Fikih: Wajib-wajib Haji
Flora: Daun Kelor
Bantu Azka: Cari Objek Potongan, Gambar Tak Kembar
Iptek: Haram Captor
Jalan-jalan: Nihiwatu
Berhitung: Segi Tiga Bermakna
Observasi: Pesawat Sederhana
Ayah Bunda: Perhatian Orang Tua 

Sabtu, Oktober 20, 2018

Majalah Tashfiyah Edisi 82 Tema Qiyamul Lail

Tiada yang sanggup hidup tanpa cinta. Sejak lahirnya manusia bertahan hidup karena cinta kedua orang tua. Tumbuh berkembang menjadi remaja juga dengan cinta. Menjadi dewasa maka ia pun mencari cinta. Dengan cinta pula ia melangsungkan generasi. Maka tiada yang dapat dilakukannya kecuali harus mencari cinta untuk hidupnya. Namun kehidupan dunia hanyalah fana semata. Binasa di dunia bukan akhir nasibnya. Justru kehidupan setelahnya adalah kehidupan senyatanya. Kehidupan yang tak akan binasa. Sehingga mencari cinta-Nya adalah hakikat yang harus dikejar manusia. Karena tanpa cinta-Nya, surga adalah keniscayaan yang tak bakal diraihnya. Menghidupkan malam adalah salah satu jalan untuk mencari kecintaan-Nya. Tatkala berjuta jiwa terlelap dalam tidurnya, engkau justru bangun mendekat kepada-Nya. Tatkala Dia turun ke langit dunia, itulah waktu emasmu untuk bermunajat kepada-Nya. Menumpahkan segala keluh kesah, memohon kekuatan jiwa dan raga. Menangis memohon ampunan-Nya. Memelas mengharap cinta-Nya. 
'Qiyamul Lail'- Menghidupkan malam adalah dengan bersimpuh di hadapan-Nya. Mengangkat takbir, rukuk, dan tersungkur sujud penuh perendahan jiwa di hadapan Yang Mahakuasa. Kapankah saatnya ketika jiwa ini merasa begitu dekat dengan-Nya? Tak lainnya inilah dia. Saat berjuta manusia terbuai mimpi, ragamu berdiri, jiwamu menghadirkan hati di hadapan Rabb Sesembahanmu. lnilah jalannya orang-orang terpetunjuk yang harus engkau ikuti. Agar dirimu bisa hidup berdampingan dengan orang-orang tercinta-Nya, bersama-sama meraih cinta dari-Nya. Semoga pembahasan tentang Qiyamul Lail berikut ini dapat memberi semangat kita untuk mencari cinta-Nya. Aamiin. 


Nama Produk: Majalah Tashfiyah Edisi 82 Tema Qiyamul Lail
Tema: Qiyamul Lail.
Penerbit: Media Tashfiyah
Dimensi: 12 X 18 cm
Tebal: 112 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 10.000

Daftar Isi:
Teropong: Pemanjat Tiang Bendera
Telaah: Qiyamul Lail, Kaifiyah Qiyamul Lail, Salaf di Malam Hari, Pengaruh Tahajjud
Mutiara Nubuwah: Waktu Mustajab Sepertiga Malam Terakhir
Tafsir: Lambung Mereka Jauh Dari Pembaringan
Akidah; Kurban
Tazkiyatun Nufus: Mau Ke Mana Dunia? 
Sirah: Saat Kesetiaan Itu (Baiatur Ridwan)
Titian: Mencari Guru
Figure: Auf bin Utsatsah
Hukum Islam: Talak
Ibrah: Anugerah yang Dinantikan
Renungan: Waktumu Adalah Emas
Info Sehat: Arti Tinggi Rendahnya Gula Dalam Darah
Akhlak: Mahalnya Harga Diri Manusia
Syabab: Gempa, Antara Bencana dan Petaka
Bahtera Rumah Tangga: Proteksi Keluarga, Harus Itu…
Buah Hati: Mengerti Sang Buah Hati