Ahlan wa Sahlan di Penerbit Gema Ilmu Yogyakarta.
Informasi produk dan layanan setiap hari kerja jam 09:00-15:00 kecuali hari jum'at libur silahkan hubungi nomor kontak kami (0274) 897664. 0813 2880 8279. 0853 2769 6767. Barakallahufikum.

PERHATIAN

Dilarang mencopy paste materi dalam situs ini tanpa seijin pengelola karena termasuk pencurian, jika Anda berkenan untuk meminta ijin itu lebih baik dan tidak berdosa dibanding asal pindah materi ke situs Anda.

Selasa, Maret 21, 2017

Majalah Azka Edisi 45 Akhlak Nabi Shalallahu’alihi wa Sallam

Majalah Azka Edisi 45 Akhlak Nabi Shalallahu’alihi wa Sallam
Sahabat Azka, senang bisa hadir kembali di ruang belajar kalian. Hanya Kemudahan dari Allah semata Azka masih bisa menjadi teman belajar, beribadah, dan bermain bagi kalian.
Sudah berapa Surat Al Quran yang kalian hafal? Masya Allah, semoga Allah menambah ilmu dan iman Kita. Al Quran adalah kitab suci yang harus diamalkan.

Senin, Maret 20, 2017

Majalah Tashfiyah Edisi 66 Cinta Dunia Cinta Fatamorgana

Majalah Tashfiyah Edisi 65 Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Seandainya Bani Adam memiliki sebuah lembah yang penuh berisi emas, dia akan senang untuk memiliki lembah yang serupa. Tak ada yang memenuhi mulut Bani Adam kecuali tanah.” [HR. Bukhari & Muslim]
Sabda Nabi di atas tampaknya adalah gambaran yang tepat terhadap karakter anak keturunan Adam ‘alaihissalam. Benar saja, karena ucapan beliau adalah wahyu dari Allah subhanahu wata’ala.
Demikianlah sikap manusia terhadap dunia. Seperti meneguk air garam serasa tak pernah puas dari dahaga. Bahkan semakin banyak diminum semakin banyak pula ingin ditambahkan. Dengan pandangan dan bahkan angan-angannya yang terbatas, kebanyakan manusia selalu tergoda dengan yang ada di depan pelupuk mata. Indah dan manisnya dunia telah banyak menipu mereka. Bergelimang dengan aromanya dan mehghabiskan umur untuk menikmatinya. Hingga ketika tiba saatnya mereka harus kembali asal usulnya, kebanyakannya baru tersentak tersadarkan.
Ya, tersadarkan bahwa mereka harus masuk ke kehidupan selanjutnya di alam yang berbeda. Pembaca yang kami cintai, edisi kali ini, Majalah Tashfiyah hadir di tengah-tengah Anda, membawa sebuah tema tentang cinta dunia dan lupa akhirat. Mencintai sesuatu yang akan ditinggalkan dan justru tidak mempedulikan tempat tujuan. Bahkan yang lebih ironis adalah ketika ada di antara manusia yang sebenarnya mengetahui keindahan akhirat akan tetapi justru menjualnya.
Mengapa bisa terjadi yang demikian? Dan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap dunia? jawabannya in syaa Allah dapat Anda temukan di dalam lembaran-lembaran kami berikutnya.
Jangan lupa catat faedahnya. Mari bersama-sama, kita menuju gemerlapnya kehidupan akhirat dengan waspada terhadap gemerlapnya dunia.
Nama Produk: Majalah Tashfiyah Edisi 66 Cinta Dunia Cinta Fatamorgana
Tema: Cinta Dunia Cinta Fatamorgana
Penerbit: Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 10.000 (jawa)
Daftar Isi:
Teropong: Orang Terkaya Sedunia
Telaah: Jauhnya Keimanan dan Dekatnya Ujian Dunia, Menjual Akhirat Demi Dunia, Kita Bertobat dan Cinta Dunia
Tafsir: Bahkan Engkau Lebih Cinta Kepadanya
Mutiara Nubuwah: Sikap Yang Benar Terhadap Dunia
Hukum Islam: Bunuhlah Hewan Fasik
Akidah: Persangkaan Baik Kepada Allah
Figur: Utbah bin Ghazwan
Sirah: Pasukan Dendam
Titian: Ujian jabatan
Telisik: Om, Telolet Om!
lbrah: Mahalnya Nilai Hidayah
Tazkiyatun Nufus: Mempertahankan Hidayah
Renungan: Satu Detik Saja
Syabab: Bola, Nyawa, dan Agama
Akhlak: Mengubah Ciptaan, jangan!
Bahtera Rumah Tangga: Membina Sebuah Keluarga
Buah Hati: Jangan Mengobral Janji

Majalah Qudwah 47 Dibalik Konflik Suriah

Majalah Qudwah 47 Dibalik Konflik Suriah
Pengalaman adalah guru yang paling berharga, demikian pepatah kita melantunkan. Kenyataannya memang demikianlah adanya. Baik itu pengalaman yang kita alami sendiri maupun pengalaman yang dialami orang lain.
Pengalaman pribadi yang menyenangkan, tentu akan menginspirasi seseorang untuk kembali mengulangnya. Bagaimana tidak? Ia pernah mengalami kesuksesan yang besar pada pengalamannya tersebut. Sebaliknya, pengalaman yang menyedihkan, tentu akan membuat seseorang berusaha agar tidak mengalaminya lagi. Inilah fitrah suci manusia.
Pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala sebagai sebuah bangsa yang besar, rakyat indonesia pun semestinya tidak malu untuk belajar dari pengalaman. Baik pengalaman yang dialaminya sendiri maupun dari pengalaman yang dialami oleh bangsa lain. Tidaklah bijaksana jika ada yang berkomentar tentang pengalaman negara lain, “Ah, itu kan bangsa lain. Beda, bangsa kita tidak seperti itu sifatnya.” Padahal yang dialami negara tersebut dulu sama persis yang sedang kita alami sekarang. Apakah kita tidak khawatir akhir kesudahannya akan serupa?
Pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala pada kesempatan kali ini Majalah Qudwah hadir di ruang baca Anda dengan membawa sebuah tema tragedi. Ya, tragedi yang baru saja terjadi di sebuah negara di Timur Tengah. Benar, tragedi yang terjadi di Negara Suriah.
Puing-puing kemegahan negara itu sampai detik ini masih terpapar di hadapan kita. Bau amis darah penduduknya yang menjadi korban pun boleh jadi masih tercium di sana. Apa yang terjadi sebenarnya di sana? Mengapa bisa terjadi? Apa faedahnya untuk kita? Baiklah, mari Anda buka bersama lembar demi lembar sajian kami edisi ini. Semoga setidaknya bisa menggugah hati nurani kita, membuka mata hati kita, melihat masalah yang hakiki terjadi. Untuk kemudian, mari kita bersama-sama menjaga diri, sehingga tidak terjatuh ke dalam lubang yang mereka telah terjatuh di dalamnya.
Pembaca yang semoga dirahmati Allah, memang pengalaman adalah guru terbaik kita. Kami hadir menemani Anda, membawa kisah-kisah pengalaman dari orang-orang terbaik. Semoga sajian kami di seluruh rubrik edisi kali ini bermanfaat pula bagi Anda sekeluarga. Selamat mencermati.
Nama Produk: Majalah Qudwah 47
Tema: Dibalik Konflik Suriah
Penerbit: Media Tasfiyyah
Tebal: 100 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 12.000 (jawa)
Daftar Isi:
FOKUS: Kehancuran Suriah Fakta dan Data, Menghitung Derita Suriah, Nasihat untuk Rakyat Indonesia
RIHLAH: Dakwah di Tengah Deru lndustri
ASBABUN NUZUL: Sepertiga Al Quran
KARAMAH: Berkah Melimpah Ruah
MASA DEPAN: Minuman Neraka
KISAHKU: Doaku Untukmu
ASBABUL WURUD: Sutrah, Sunnah yang Dilalaikan
KHUTBAH JUM’AT: Perbuatan Syirik Menimpa Umat
KHAIRUL UMMAH: Kokoh Melawan Bid’ah
BIOGRAFI: Ulama 500 Guru
TARIKH: Pertempuran Jalula’ dan Penaklukan Hulwan
NUBUWWAH: Wafatnya An Najasiy
SAMAWI: Berusaha dengan Sisa Tenaga
MUHASABAH: Ucapkanlah ”Laa Adri” (Saya Tidak Tahu)
MAKTABAH: Warisan Tauhid

Senin, Februari 13, 2017

Majalah Azka Edisi 44 Tema Kiat Sehat Membaca

Pada edisi kali ini, Azka menyajikan tips membaca yang baik dan benar di rubrik Kesehatan. Harapannya, agar kegiatan rajin membaca tidak mengganggu kesehatan mata kita. Karena mata yang capek dan posisi yang tidak benar dalam membaca akan berakibat tidak baik pada kesehatan mata. Mata adalah anugerah yang sangat besar.

Minggu, Februari 12, 2017

Majalah Tashfiyah Edisi 65 Tema Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah

Daulah Utsmaniyyah. Kisah dan sejarahnya barangkali tidak banyak kaum muslimin yang mengetahui. jika bukan oleh kaum muslimin yang peduli terhadap sejarahnya, nama Daulah Utsmaniyyah mungkin sudah hilang di ingatan. Begitulah mungkin karena kebanyakan kaum muslimin yang hidup di akhir zaman ini telah tenggelam dalam urusan dunianya masing-masing. Enam abad berkuasa, sebenarnya bukan waktu yang sebentar untuk sekadar menorehkan sejarah. Daulah ini berkuasa setelah keruntuhan Kekhalifan Bani Abbasiyyah. Apa pun keadaannya, paling tidak, dinasti ini pernah mengisi dunia dengan syiar-syiar Islam.
Meskipun, sebagiannya bersilang pendapat akan penting atau tidaknya kontribusi daulah ini terhadap kemuliaan Islam. Yang jelas, daulah ini telah ditakdirkan pernah ada di muka bumi ini. Yang terpenting bagi kaum muslimin sekarang sebenarnya adalah bagaimana mengambil pelajaran dari kisah sepak terjang salah satu pendahulunya ini. Ada yang menilai bahwa sebab keruntuhan daulah ini adalah karena kesyirikan, kebid’ahan, dan kemaksiatan. Begitulah, sesungguhnya Allah akan pergantikan sebagian penguasa kepada penguasa yang lain dengan hikmah-Nya.
yang mulia. Allah akan menolong hamba-Nya yang menolong agamanya. Sebaliknya Allah tidak akan ridha dengan hamba-Nya yang bermaksiat kepada-Nya. Tanpa pertolongan-Nya, agama ini tentu tidak akan tegak di dunia. Pembaca yang kami hormati, pada edisi ini kami membawakan untuk Anda sekelumit sejarah Daulah Utsmaniyyah sebagai tema kajian utama. Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin untuk segera berbenah diri. Agar mereka bisa ikut becermin sehingga bisa menatap masa depan yang lebih pasti. Meski semuanya telah Allah takdirkan namun kita tidak tahu apa takdir kita di masa depan. Sehingga tidak ada pilinan bagi kita kecuali berusaha dengan yang baik agar mendapatkan kesudahan yang baik pula. Pembaca yang berbahagia, bahasan-bahasan yang lain, seperti biasa kami bawakan pula untuk Anda dalam rubrik- rubrik yang menarik. Semoga semuanya dapat menemani Anda menghabiskan waktu dengan sesuatu yang bermanfaat. Selamat membaca.
Nama Produk: Majalah Tashfiyah Edisi 65
Tema: Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
Penerbit: Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 10.000 (jawa)
Daftar Isi:
Teropong: Jas Merah
Telaah: Dinasti Utsmani, Permulaan & Sekilas Sejarahnya
Telaah: Pelajaran Berharga dari Runtuhnya Daulah Utsmaniyah
Telaah: Benarkah Muhammad bin Abdil Wahhab Memberontak Daulah Utsmaniyah?
Tafsir Bimbingan Quran Untuk Menuju Kajayaan
Mutiara Nubuwah: Melepas Selubung Kehinaan dengan Kembali pada Ajaran Agama Yang Benar
Hukum Islam: Hukum Seputar Tahnik
Akidah: Ihsan
Figur: Aqra` bin Habis
Sirah: Turunnya Jawaban dari Allah
Titian: Anugerah Kehidupan
Info Sehat: Penanganan Penderita Gawat Darurat
Telisik: Menista Agama Menuai Petaka
lbrah: Gara-Gara Hasad
Tazkiyatun Nufus: Tips Menghilangkan Hasad
Renungan: Mencoba Lurus
Syabab: Happy Birthday!
Akhlak: Buatlah Mereka Senang
Bahtera Rumah Tangga: Wanita Keluar Rumah

Majalah Qudwah 46 Tema Tukang Kayu Berkusta Dari Sudut Kota

Anak keturunan Adam berupa-rupa adanya. Di sana ada yang durjana penuh kezaliman. Di sana pun ada yang saleh penuh ketaatan. Dari tulang sulbi Adam keluar keturunannya yang telah Allah gariskan arah hidupnya. Sebagiannya akan berjalan menuju neraka jahannam, sebagian yang lain bergembira menuju surga penuh ampunan.
Pembaca yang kami hormati, alangkah bahagianya jika kita telah ditakdirkan oleh Allah menjadi penduduk surga-Nya. Namun demikian, barangkali kita pun sudah menyadari bahwa surga-Nya bukan lah sesuatu yang bisa diperoleh tanpa perjuangan, Dengan hikmah-Nya, tidak ada di antara manusia yang bisa merasa pasti akan mendapatkannya. Bahkan sebaliknya sepanjang hidupnya akan terus bergetar hatinya, was-was, berharap cemas, akankah ia bisa memasukinya? Itu karena betapa berat jalan yang harus dilaluinya untuk bisa sampai ke sana.
Pada edisi kali ini, kami membawakan sebuah kisah utama yang menggambarkan betapa ekstrimnya kehidupan dua golongan manusia. Satu sisi menggambarkan betapa beratnya ujian yang harus dilalui oleh seorang anak manusia yang miskin penuh nestapa. Lahiriahnya menjijikan karena diuji dengan penyakit kusta. Tidak berharta, bukan pula dari kalangan terpandang. Rakyat jelata yang bahkan hampir dianggap-tak berguna.
Di sisi lainnya tentang penampakan kebanyakan jenis manusia yang merasa memiliki semuanya. Dengan dunianya mereka angkuh untuk menerima kebenaran. Perbuatannya semena-mena, beringas, sombong, dan penuh kezaliman. Si papa akhirnya harus rela binasa diinjak-injak oleh sang jumawa yang sombong penuh angkara murka. Padahal si papa dengan ketulusannya sekedar ingin berbagi kebenaran yang dimilikinya.
Sebuah kisah yang sarat akan hikmah. Semoga Anda tak terlewatkan untuk memetiknya. Di rubrik yang lain, seperti biasanya, kami bawakan pula banyak kisah-kisah yang lain yang tak kalah menariknya. Hanya satu pesan yang ingin kami sampaikan kepada Anda. Jangan lewatkan kesempatan berharga! Segera bukalah lembaran kami ini, ambil permata hikmahnya.

Nama Produk: Majalah Qudwah 46
Tema: Tukang Kayu Berkusta Dari Sudut Kota
Penerbit: Media Tasfiyyah
Tebal: 100 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 12.000 (jawa)

Daftar Isi:
ANBIYA’: Tukang Kayu Berkusta dari Sudut Kota
SAMAWI: Badai Mulai Berhembus Kencang
ULAMA: Imamnya Para Imam
ASBABUN NUZUL: Minuman Keras
ASBABUL WURUD: Tawakal Seperti Burung
KISAHKU: Menata Masa Depan
NUBUWWAH: Mendulang Faedah dari Haji dan Umrah
MASA DEPAN: Buah Zaqqum yang Mengerikan
KISAHKU: Merajut Asa, Menggapai Rida-Nya
KHUTBAH JUMAT: Kewajiban Menuntut Ilmu Syari
NISWAH: Ummu Mahjan Al Anshariyah
BIOGRAFI: Kemuliaan Hakiki
MAUIZHAH: Perhatikan Laknatmu!
ULAMA: Syaikh Utsaimin dan Sopir Taksi
KARAMAH: Keteguhan Hati Menjemput Mati
MAKTABAH: Penjelas Tafsir Al Quran
TOBAT: Sebuah Akhir Tragis

Rabu, Februari 08, 2017

Mushaf Al Quran Utsmani Cet Ar Risalah Kairo 14X20 cm

Nama Produk: Mushaf Al Quran Utsmani Tanggung
Penerbit: Daar Ar Risalah Kairo
Ukuran: 14 x 20 cm
Berat: 600 gram
Harga: Rp. 96000

Mushaf Al Quran Utsmani Cet Al Qudus Kairo 14X10 cm

Mushaf Al Quran Utsmani Cet Ar Risalah Kairo 14X20 cm
Nama Produk: Mushaf Al Quran Utsmani kecil 14×10 cm
Penerbit: Al Qudus Kairo
Ukuran: 14 x 10 cm
Berat: 300 gram
Harga: Rp. 50000

Mushaf Al Quran Utsmani Cet Ar Risalah Kairo 14X20 cm

Mushaf Al Quran Utsmani Cet Ar Risalah Kairo 14X20 cm

Rabu, Januari 18, 2017

Al Quran Dompet Rit 8X12 Maktabah As Safwa Kairo

Nama Produk: Al Quran Dompet Rit 8X12
Penerbit: Maktabah As Safwa Kairo
Ukuran: 8X12 cm
Berat: 220 gram
Harga: Rp. 36.000

Selasa, Januari 03, 2017

Majalah Tashfiyah Edisi 64 Tema Rokok Mudharat Dunia Akhirat

Produk ajaib! Pembunuh yang dicintai! Itulah mungkin kata-kata yang dramatis untuk pokok bahasan Majalah Tashfiyah Edisi 64 kali ini. Rokok! Mengapa ajaib? Ya, karena mungkin inilah satu-satunya produk yang meski terus- menerus di-bully masih saja eksis bahkan mungkin dilindungi. Bagi pelaku bisnis, keuntungan bisnis haram ini boleh jadi memang sangat menggiurkan. Ongkos produksi yang tidak mahal melahirkan produk dengan harga jual tinggi. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa produk ini masih tetap diproduksi. Dari sisi kesehatan, upaya untuk mengampanyekan pembully-an’ atas produk ini, tidak tanggung-tanggung, organisasi kesehatan sedunia WHO bahkan yang mensponsorinya. Gelar-gelar mengerikan pun telah disandangkan untuknya. ‘Penyebab Impotensi’, ‘Pencetus Penyakit Jantung', ‘Penyebab kanker', bahkan mungkin ’Pembunuh Berdarah Dingin' atau ’Produk Pencabut Nyawa’ adalah sederetan julukannya. Berhasil menekan jumlah penikmatnya? Ternyata, hanya sedikit yang menggubrisnya! Mengapa? Iya, karena rokok ternyata adalah sejenis narkoba yang berefek candu bagi penikmatnya.