Ahlan wa Sahlan di Penerbit Gema Ilmu Yogyakarta.
Informasi produk dan layanan setiap hari kerja jam 09:00-15:00 kecuali hari jum'at libur silahkan hubungi nomor kontak kami (0274) 897664. 0813 2880 8279. 0853 2769 6767. Barakallahufikum.

PERHATIAN

Dilarang mencopy paste materi dalam situs ini tanpa seijin pengelola karena termasuk pencurian, jika Anda berkenan untuk meminta ijin itu lebih baik dan tidak berdosa dibanding asal pindah materi ke situs Anda.

Minggu, Agustus 13, 2017

Majalah Qudwah edisi 51 Tema Samudra Kan Ku Sebrangi

Perjalanan hidup Nabi Musa ‘Alaihissalam panjang dan penuh intrik. Berbagai macam ujian dan rintangan hidup pernah beliau alami dan hadapi. Namun tentu saja, semua itu sesuai dengan kapasitas beliau. Semakin tinggi keimanan seorang Hamba maka semakin besar pula ujian yang harus diterimanya. 
Sebuah kisah fase kehidupan Nabi Musa ‘Alaihissalam yang cukup fenomenal adalah kisah pertemuan beliau dengan Khidir seorang Saleh yang dikaruniai ilmu dari sisi-Nya. Dalam kisah ini tergambar betapa banyak sifat kemuliaan terkumpul pada diri Nabiyullah. Semangatnya yang sangat tinggi dalam menuntut ilmu, kesabarannya dalam menghadapi kesulitan, kerendahan hati dan ketawadhuannya, teramat pantas menjadi teladan. 
Dalam keadaan Nabi Musa ‘Alaihissalam memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah, beliau rela melakukan perjalanan panjang untuk mencari Khidir yang ingin beliau jadikan sebagai guru. Sebuah perjalanan mencari seorang guru yang bahkan belum tergambarkan di mana keberadaannya. Dengan bermodalkan keyakinan (khusnuzhan) yang sangat kuat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, beliau siap menyingsingkan lengan menempuh segala rintangan. 
Maka perjalananpun dimulai. Akankah Nabi Musa ‘Alaihissalam menemukan seorang alim yang saleh tersebut? Faedah apa yang beliau dapat darinya? Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah ini? Baiklah, mari kita cermati kisahnya di Rubrik Anbiya' edisi ini. 
Terhanyut dengan kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam, jangan lewatkan kisah-kisah menarik lainnya di edisi ini. Pelajaran berharga dari kisah-kisah sepanjang masa seolah-olah menyimpan harta karun yang tak kunjung habis untuk digali. Terkhusus bagi yang cermat dan bersungguh-sungguh dalam mencari pelajaran. 
Tiada yang lebih berharga dari waktu seorang muslim kecuali dihabiskan di atas ketakwaan. Pembaca yang kami hormati, merupakan kebahagiaan tersendiri bagi bisa menemani Anda menghabiskan waktu dalam ketaatan. Menggali peninggalan ulama terdahulu yang saleh. Dan mencoba mengamalkannya dalam keseharian. 

Nama Produk: Majalah Qudwah edisi 51 Tema Samudra Kan Ku Sebrangi 
Tema: Samudra Kan Ku Sebrangi 
Penerbit: Media Tashfiyyah
Tebal: 100 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 12.000 (jawa)

Daftar Isi:
ANBIYA: Samudra kan Ku Sebrangi, Bersabarlah dalam Berdakwah
KHUTBAH JUM’AT: Allah Maha Mengetahui Perbuatanmu
KISAH KU: Semoga Allah Hadiahkan Surga Untukmu Kelak, Ya Allah, Rahmatilah Beliau
MUHASABAH: Melapangkan Dada, Melapangkan Dunia
KARAMAH: Sariah, Ke Arah Gunung!
BIOGRAFI: Sang Pembela Sunnah
ULAMA: Penobatan Sang Ulama
MAKTABAH: Penjelas Hadis-hadis Hukum
MAUIZAH: Jangan Mencerca
SAMAWI: Lenyapnya Harta Qarun
KHAIRUL UMMAH: Pertarungan Manusia dengan Ular
ASBABUN NUZUL: Menggapai Khusyuk Meraih Pahala
TOBAT: Jangan Menunda!
MASA DEPAN: Buruknya Tubuh Penghuni Neraka 

Majalah Tashfiyah Edisi 70 Tema Celaka Anggapan Sial

Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang religius. Salah satu keunggulan manusia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan, antara lain adalah bahwa manusia memiliki akal dan perasaan. Dengan akal dan perasaan inilah mereka menjadi makhluk yang berbudi pekerti. Namun di sisi lain, dengan akal dan perasaannya ini manusia memiliki kesadaran adanya kekuatan lain yang menguasai dirinya. Inilah yang menjadi sebab mereka menjadi makhluk yang religius. 
Dengan kesadaran akan keterbatasan akal, perasaan, dan kemampuannya manusia mencari pelampiasan dengan menyandarkan atau memohon kekuatan dari yang lainnya. jika tanpa bimbingan syariat, maka hawa nafsu dan kebodohan bisa mengantar manusia kepada khurafat dan kesyirikan. Tidak jarang, mereka menganggap sial sesuatu tanpa tahu sebabnya. juga sebaliknya, menganggap sesuatu menguntungkan dengan alasan yang bahkan akalpun tak bisa menerimanya. 
Pembaca yang berbahagia, menganggap sial sesuatu ternyata bukan perkara remeh. Anggapan sial terhadap sesuatu tanpa dasar bisa menyeret pelakunya kepada kesyirikan, karena seharusnya ia menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah. Ketika ia menyandarkan keputusannya untuk melakukan sesuatu dengan waktu tertentu atau dengan benda tertentu  maka pada dasarnya ia telah menyekutukan Allah. Misalnya, ia enggan menikah di bulan Muharam atau bulan Syawal karena menganggap melakukan pernikahan pada waktu tersebut menyebabkan sial. Keluarganya menjadi keluarga yang tidak bahagia atau pernikahannya akan gagal dan sebagainya. 
Pembaca yang berbahagia, lalu bagaimana pandangan yang benar dalam masalah ini? Apa saja yang termasuk perbuatan yang terlarang ini? Bagaimana bimbingan Allah dan Rasul-Nya dalam masalah ini? Simaklah Majalah Tashfiyah edisi ini. Kupasan dalam Rubrik Telaah, Nubuwah, dan Tafsir, di edisi ini mencoba memberikan Anda wacana syar’iyyah yang Anda butuhkan dalam masalah ini. Semoga pembahasan yang ringkas dan mudah, ciri khas majalah kesayangan Anda ini dapat sedikit meredakan dahaga. 
Lain dari itu, pembahasan- pembahasan lain di rubrik yang berbeda seperti biasa kami sajikan melengkapi khasanah pustaka Anda. Dengan gaya bahasa yang ringan semoga memudahkan dalam pemahaman. Dengan sandaran dalil syar’i yang sesuai dengan bimbingan ulama salaf semoga menjadi pembahasan yang menenangkan. 

Nama Produk: Majalah Tashfiyah Edisi 70 Tema Celaka Anggapan Sial 
Tema: Celaka Anggapan Sial
Penerbit: Media Tashfiyah
Tebal: 112 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 10.000 (jawa)

Daftar Isi:
Teropong: Bulan Suro
Telaah: Apakah Tathayur Itu? Wabah Tathayur Ada Sejak Jaman Dulu Kala, Tathayur Vs Tawakal
Tafsir: Mitos Sial, Dalih Berkelit, Dan Dampak Dosa
Mutiara Nubuwah: Percaya Kepada Mitos Sial Adalah Kesyirikan
Hukum Islam: Kitab Thaharah; Penjelasan Tentang Air
Akidah: Shirath
Info Sehat: Angin Duduk Bukan Masuk Angin
Sirah: Siasat Melawan Ahzab
Titian: Sifat Wara’
Telisik: Cuci Otak
Renungan: Mana Bukitmu
Syabab: Mau Sejati Atau Banci
Akhlak: Bijak Dalam Harta
Bahtera Rumah Tangga: Aktifitas Istri Istri Sesuai Syariat
Buah Hati: Sukses Mendidik Anak Perlu Kerja Keras

Kamis, Agustus 10, 2017

Majalah Azka Edisi 49 Tema Daulah Umawiyyah

Sahabat Azka, dalam sajian kali ini majalah azka edisi 49 mengajak kalian untuk mengenal lebih jauh tentang Daulah Umawiyyah melanjutkan edisi sebelumnya. Di samping itu masih banyak lagi pembahasan lainnya yang perlu kalian baca karena banyak pengetahuan baru untuk diketahui di antaranya adalah tentang binatang burung gagak, dan air sungai yang mendidih setiap hari padahal sungai tersebut ditengah hutan belantara, mengapa bisa terjadi demikian, yuk simak Majalah Azka edisi kali ini.
Nama Produk: Majalah Azka Edisi 49 Tema Daulah Umawiyyah
Tema: Daulah Umawiyyah
Penerbit: Media Tasfiyyah
Tebal: 48 halaman
Berat: 80 gram
Harga: Rp. 9.000 (jawa)

Daftar Isi:
Kisah: Anak Yahudi Masuk Islam
Anbiya: Usia Adam ‘Alaihissalam
Tarikh Khulafa: Daulah Umawiyah
Ibadah Yuk: Yarhamukallah
Akhlak: Adab-Adab Doa
Akidah: Hikmah di Balik Musibah
Kesehatan: Sehat di Pergantian Musim
Uswah: Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu Mendakwai Ibunya
Tafsir: Al Fajr Ayat 1
Iptek: Waterpas
Fikih: Syarat Wajib Zakat
Flora: Pohon Jati
Fauna: Gagak
Carilah: Mencari Yang Terselip
Observasi: Pot Bunga
Ayah Bunda: Amanah Dipundak Kita
Jalan-jalan: Shanay Thimpishka

Selasa, Agustus 08, 2017

50 Hadits Pilihan Pustaka Tsabat

Buku kecil ini merupakan kumpulan hadits-hadits pilihan yang sangat bermanfaat untuk seorang muslim, baik dalam permasalahan akidah, fikih, akhlak, manhaj dan dalam pergaulan sesama manusia. Yang terkumpul dalam 50 hadits pilihan, dengan alasan:
– Agar mudah dipahami dan dihapalkan oleh seorang pemula dalam menuntut ilmu. Kemudian telah di buktikan hal itu di ma’had kami, di mana mayoritas santri dengan mudah menghapal hadits-hadits yang dikumpulkan dalam buku ini, wal hamdulillah.
– Sebagai bekal bagi para da’i agar senantiasa menghiasi ceramah dan khutbah yang disampaikan dengan hadits-hadits yang shahih dari Nabi shalallahu’alaihi wa sallam sebagai salah satu pedoman hidup seorang muslim bersama Al- Qur’an Al-Karim.
– Untuk memberi isyarat bahwa tidak ada satupun hadits yang shahih yang menyebutkan keutamaan menghapal 40 hadits, semua hadits yang menyebutkan tentang hal tersebut Iemah dan tidak dapat dijadikan hujjah.

Nama Produk: 50 Hadits Pilihan
Penyusun: Abu Mu’awiyah Askary bin Jamal
Penerbit: Pustaka Tsabat
Cetakan: Kelima, 2017
Ukuran: 9X12cm
Tebal: 128 halaman
Berat: 50 gram
Harga: Rp. 15.000

Terjemah Mukhtashar Minhajul Qashidin

Terjemah mukhtashar minhajul qashidin yang ditulis oleh Al Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi Rahimahullah merupakan salah satu kitab besar yang membahas berbagai permasalahan penting bagi kaum muslimin untuk mengarungi kehidupan dunia menuju kebahagiaan di akhirat terkait problematika sehari-hari dan tips-tips memecahkan masalah dalam bermuamalah kepada sesama manusia dan terlebih kepada rabbnya. Berbagai pembahasan penting terkait masalah hati, penyucian jiwa, adab-adab, fikih dan hukum-hukum islam yang secara lengkap dan gamblang tersaji dalam satu kitab ini. Sehingga pantaslah karya besar dari seorang ulama ini menjadi referensi penting bagi kaum muslimin agar mengetahui dan menunaikan hak sebagai seorang manusia dalam bergaul kepada sesama manusia dan hak sebagai seorang hamba kepada tuhannya agar tercapai kehidupan yang hakiki dilandasi bimbingan ilahi.
Nama Produk: Terjemah Mukhtashar Minhajul Qashidin
Penyusun: Al Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi Rahimahullah
Penerbit: At Tuqa
Cetakan: Pertama 2017
Ukuran: 16X25cm
Tebal: 770 halaman
Berat: 1200 gram
Harga: Rp. 144.000

Daftar Isi:
BAGIAN I: IBADAH
Keutamaan llmu & Hal-Hal yang Terkait:
Keutamaan Mengajar
Pasal: llmu yang Terpuji dan yang Tercela, Pembagian dan Hukum-Hukumnya
llmu yang Hukumnya Fardhu Kifayah

Pasal
lstilah-Istilah llmu yang Telah Diubah
Pasal: Kadar yang Terpuji dari llmu-llmu yang Terpuji
Pasal: Tentang Orang Alim yang Ilmunya Tidak Bermanfaat Bagi Dirinya
BAB: Adab Muta’allim (Orang yang Belajar) & Mua’llim (Pengajar), Bahaya-Bahaya llmu, & Penjelasan Tentang Ulama Jelek & Ulama Akhirat
Tugas-Tugas Mu’allim
Pasal: Bahaya-bahaya llmu beserta Penjelasan tentang Ulama yang Jelek & Ulama Akhirat
Thaharah, Rahasia Thaharah, Shalat & Hal-Hal yang Terkait:
Menghilangkan Kotoran
Pasal: Rahasia-Rahasia Shalat dan Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Shalat
Keutamaan Khusyuk
Syarat-Syarat Tersembunyi Termasuk Amalan Hati
Perbuatan-Perbuatan Batin yang Menyempurnakan Hidupnya Shalat
Rincian yang Harus Dihadirkan Oleh Hati pada Setiap Rukun & Syarat dalam Amalan Shalat
Pasal: Adab-Adab Shalat Jumat dan Hari Jumat
Pasal: Shalat-Shalat Nafilah
Pasal: Waktu-Waktu Terlarang untuk Shalat
Zakat, Rahasia Zakat, & Hal-Hal yang Terkait dengan Zakat
Syarat Penunaian Zakat, Baik Syarat Lahir Maupun Syarat Bathin
Pasal: Rincian Adab Batin dalam Zakat
Pasal: Adab Penerima Zakat
Pasal: Sedekah Tathawwu’, Keutamaan & Adabnya
Puasa, Rahasia Puasa, Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan & yang Terkait Dengannya
Pasal: Sunnah-Sunnah Puasa
Rahasia-Rahasia dan Adab-Adab Berpuasa
Puasa Tathawwu’ & Pengaturan Pelaksanaannya
Haji, Rahasia-Rahasia Haji, Keutamaan Haji, & Lain-lain
Pasal: Adab-Adab Batin & Isyarat tentang Rahasia-Rahasia Haji
Adab Membaca Al-Qur’anul Karim & Keutamaannya
Pasal: Adab-Adab Membaca al-Qur’an
Pasal
Amalan-Amalan Batin ketika Membaca al-Quran
Dzikir, Doa-Doa, & Serba-Serbinya
Keutamaan Majelis Zikir
Adab Berdoa
Pasal: Wirid-Wirid, Keutamaannya, & Pelaksanaan Ibadah Berdasarkan Waktu
Jumlah Wirid Siang & Wirid Malam Beserta Urutannya
Wirid-Wirid Malam
Pasal: Perbedaan Wirid-Wirid Berdasarkan Perbedaan Kondisi
BAB: Qiyamul Lail, Keutamaannya, & Faktor-Faktor yang Memudahkan Pelaksanaannya
Pasal: Faktor-faktor yang Memudahkan Qiyamul Lail
Berbagai Metode Pembagian Waktu Malam
Pasal
Pasal: Malam-Malam & Hari-Hari Utama

BAGIAN Il: ADAT KEBIASAAN
Adab-Adab Makan, Makan Bersama, Menjamu Tamu, & Lain-Lain
Pasal: Adab Tambahan ketika Makan Bersama
Pasal: Adab Menghidangkan Makanan kepada Saudara yang Berkunjung
Pasal: Bergabung dg Orang-orang yg Sedang Makan
Adab Menjamu Tamu
Adab Memenuhi Undangan
Pasal: Adab Menyajikan Makanan
Pernikahan, Adab-Adabnya, & Hal-Hal yang Terkait Dengannya
Manfaat-Manfaat Pernikahan
Pasal: Bencana-Bencana dalam Pernikahan
Pasal: Perangai-Perangai yang Membuat Indah Kehidupan
Pasal: Adab Pergaulan & Kewajiban Suami Istri
Kewajiban Istri terhadap Suami
Adab Bekerja, Mencari Penghidupan, Keutamaannya, Sahnya Muamalah, & Hal-Hal yang Terkait
Pasal: Keutamaan Bekerja & Motivasi untuk Bekerja
Pasal
Pasal
Pasal
Penjelasan Tentang Halal & Haram Bagian Pertama: Keutamaan Mencari yang Halal, Celaan Terhadap yang Haram, & Tingkatan Halal & Haram
Pasal: Tingkatan Halal dan Haram
Pasal: Tingkatan Wara’
Bagian Kedua: Tingkatan Syubhat dan Cara Membedakannya Dengan Perkara yang Halal dan yang Haram
Bagian Ketiga: Penelitian, Pertanyaan, Keputusan, dan Pengabaian, serta Tempat yang Memungkinkan Terjadinya Hal-Hal Ini
Bagian Keempat: Jalan Keluar bagi Orang yang Bertobat dalam Memilah-Milah Harta Hasil Kezalimannya
Bagian Kelima: Menjauhi Penguasa, Berhubungan dengan Mereka, Pergaulan yang Diperbolehkan dengan Penguasa Zalim, dan Sebagainya
Pasal: Hal-Hal yang Diperbolehkan dan yang Diharamkan Ketika Bergaul dengan Penguasa Zalim
Pasal
Adab Berteman, Bersaudara, dan Bergaul Dengan Sesama
Keutamaan Persatuan clan Persaudaraan (Ukhuwah)
Makna Persaudaraan dl Jalan Allah
Kebencian di Jalan Allah
Tingkatan Orang-Orang yang Dibenci karena Allah dan Cara Bermuamalah dengan Mereka
Pasal: Sifat-Sifat yang Menjadi Syarat Seseorang Bisa Dipilih Sebagai Teman
Pasal: Hak-Hak yang Wajib Ditunaikan oleh Seorang Insan kepada Saudaranya
Pasal: Rangkuman Adab Bergaul & Bermajelis dengan Berbagai Tipe Manusia
Hak-Hak Seorang Muslim, Kerabat, Tetangga, Penguasa, dll Hak-Hak Tetangga
Pasal: Hak-Hak Kerabat dan Keluarga
Hak-Hak Anak
Hak-Hak Budak
Adab-Adab Persahabatan
BAB Uzlah (Mengasingkan Diri dari Pergaulan)
Pasal: Manfaat dan Mudarat Uzlah, Menyingkap Kebenaran tentang Keutamaannya
Bencana-Bencana Uzlah
Adab-Adab Uzlah
Adab-Adab Safar
Pasal
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Oleh Musafir
Amar Makruf Nahi Munkar
Kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Pasal: Tingkatan-Tingkatan dalam Mengingkari Kemungkaran dan Beberapa Riwayat Tentangnya
Pasal: Rukun-Rukun, Syarat-Syarat, Tingkatan-Tingkatan, dan Adab-Adab Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Tingkatan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Pasal: Adab-Adab Orang yang Beramar Ma’ruf Nahi Mungkar
Berbagai Kemungkaran yang Biasa Terjadi dalam Hal Adat & Dalam Hal Amar Ma‘ruf Nahi Munkar kepada Penguasa
Pasal Pertama
Kemungkaran-Kemungkaran di Dalam Masjid
Kemungkaran-Kemungkaran di Pasar
Kemungkaran-Kemungkaran di Jalan
Kemungkaran-Kemungkaran di Kamar Mandi
Kemungkaran-Kemungkaran dalam Perjamuan
Kemungkaran-Kemungkaran Secara Urnum
Pasal Kedua: Amar Ma’ruf Nahi Mungkar kepada Penguasa Nasihat Pilihan dari Salaf untuk Para Khalifah dan Pemerintah
Adab-Adab Mendengar dan Cinta
Pasal: Hukum Mendengar
Adab-Adab Penghidupan & Akhlak Kenabian
Mukjizat-Mukjizat Beliau

BAGIAN Ill: HAL-HAL YANG MEMBINASAKAN
Penjelasan Berbagai Keajaiban
Pasal: Berkuasanya Setan Atas Hati Melalui Berbagai Bisikan
Dimaafkannya Bisikan Hati
Pasal: Cepatnya Hati Berubah
Pendidikan Jiwa, Perbaikan Akhlak, dan Pengobatan Berbagai Penyakit Hati
Pasal Pertama: Keutamaan Akhlak yang Baik dan Tercelanya Akhlak yang Jelek
Akhlak Bisa Diubah
Pasal Kedua: Langkah-Langkah Perbaikan Akhlak
Pasal Ketiga: Tanda-Tanda Permyakit Hati, Solusi untuk Menyehatkannya Kembali, dan Cara Mengetahui Kekurangan Diri Sendiri
Cara Mengetahui Kekurangan Diri Sendiri
Pasal: Syahwat (Keinginan) Jiwa
Tanda-Tanda Kebagusan Akhlak
Pasal: Melatih Anak-Anak Sejak Awal Pertumbuhan
Pasal: Syarat-Syarat Keinginan dan Pendahuluan-Pendahuluan Mujahadah
Mengekang Dua Jenis Syahwat: Syahwat Perut dan Syahwat Kemaluan
Metode Latihan Mengekang Syahwat Perut
Bahaya Riya’ dalam Latihan Mengekang Syahwat
Penjelasan tentarmg Syahwat Kemaluan
Bencana-Bencana Lisan
Bencana-Bencana Ucapan
Pasal: Faktor Pendorong Ghibah dan Terapi Ghibah
Terapi Ghibah
Pasal
Uzur-Uzur yang Membolehkan Ghibah & Kafaratnya
Kafarat Ghibah
Tercelanya Amarah, Dendam, dan Hasad
Hakikat Amarah
Faktor-Faktor Pembangkit & Pengobatan Amarah
Pasal: Menahan Amarah
Pasal: Bersikap Tenang
Memberi Maaf dan Berlemah Lembut
Dendam dan Hasad
Pasal: Penyebab Banyaknya Hasad di Antara Orang-Orang yang Selevel dan di Antara Sesama Teman
Obat Penyakit Hasad
Tercelanya Kehidupan Dunia
Pasal: Penjelasan tentang Hakikat Dunia, Dunia yang Tercela, dan yang Terpuji
Tercelanya Sifat Bakhil, Ambisius, dan Tamak; Harta yang Tercela dan yang Terpuji; Terpujinya Qanaah dan kedermawanan
Harta yang Terpuji
Tercelanya Arnbisi dan Ketamakan; Terpujinya Qana’ah dan Tidak Mengharap Harta Orang Lain
Terapi Sifat Ambisius dan Tamak; Obat untuk Mendapatkan Sifat Qana’ah
Pasal: Keutamaan Sifat Dermawan
Hikayat Para Dermawan
Tercelanya Sifat Bakhil
Hikayat Orang-Orang Bakhil
Pasal: Keutamaan Itsar (Mengutamakan Orang Lain)
Pasal: Batasan & Hakikat Dermawanan & Kebakhilan
Terapi Sifat Bakhil
Tercelanya Kedudukan dan Riya’, Terapinya, Keutamaan Khumul, dan Sebagainya
Pasal: Makna dan Hakikat Kedudukan
Terapi Penyakit Cinta Kedudukan
Pasal: Obat Penyakit Cinta Pujian & Benci Celaan
Terapi Penyakit Benci Celaan
Riya’, Hakikatnya, Macam-Macamnya, Celaan Terhadapnya, dan Sebagainya
Hakikat Riya’ dan Sesuatu yang Diriya’kan
Pasal: Tingkatan-Tingkatan Riya’
Riya’ Khafi, Lebih Samar
Pasal: Riya’ yang Menghapuskan Amalan dan yang Tidak Menghapuskan
BAB: Obat Riya’ & Cara Mengobati Hati yang Sudah Terjangkiti Riya’
Pengobatan Riya’
Pasal: Keringanan untuk Keinginan Menampakkan Amalan Ketaatan; Keringanan untuk Menyembunyikan Dosa-Dosa; Kebencian Seseorang Jika Dosanya Diketahui Orang Lain dan Kebenciannya Terhadap Celaan Mereka
Keringanan untuk Menyembunyikan Dosa-Dosa; Kebencian Seseorang Jika Dosanya Diketahui Orang Lain dan Kebenciannya Terhadap Celaan Mereka
Pasal: Meninggalkan Ketaatan karena Khawatir akan Munculnya Riya’ dan Masuknya Berbagai Petaka
Giatnya Seorang Hamba karena Dilihat Orang Lain: yang Benar dan yang Tidak Benar
Apa yang Sepantasnya Diwajibkan oleh Orang yang Sedang Meniti Jalan Menuju Allah atas Dirinya Sendiri, baik Sebelum, Pada Saat, Maupun Setelah Beramal?
Tercelanya Kesombongan dan Ujub
Pasal Pertama: Tercelanya Kesombongan
Pasal: Tingkatan-Tingkatan Ulama dan Ahli Ibadah dalam Masalah Bencana Kesombongan
Urusan-Urusan Duniawi yang Disombongkan
Akhlak Orang-Orang yang Tawadhu’; Hal-Hal yang Tampak Padanya Pengaruh Tawadhu’ dan Pengaruh Kesombongan Pengobatan Penyakit Sombong dan Cara Memperoleh Sifat ’
Tawadhu
Tujuan Berlatih Tawadhu’
Pasal Kedua: Ujub
Bahaya Ujub
Hakikat dan Batasan Ujub dan Idlal
Pasal: Terapi Penyakit Ujub
Sebab-Sebab Ujub dan Perincian Terapi Ujub
Ketertipuan; Jenis dan Tingkatannya
Pasal: Kelompok Orang yang Tertipu dan Pembagian Setiap Kelompok
BAGIAN IV: HAL-HAL YANG MENYELAMATKAN
Penjelasan Tentang Tobat, Syarat & Rukun-Rukunnya, serta Hal-Hal yang Terkait
Kewajiban dan Keutamaan Tobat
Penjelasan tentang Pembagian Dosa
Tata Cara Pembagian Derajat di Akhirat Berdasarkan Kebaikan dan Kejelekan Hamba di Dunia
Pasal: Berubahnya Dosa Kecil Menjadi Dosa Besar
Pasal: Syarat-Syarat Tobat
Pasal
Pembagian Manusia Berdasarkan Keistiqamahan Tobat
Pasal: Hal-Hal yang Semestinya Segera Dikerjakan
Pasal: Berobat dengan Tobat, Metode melepaskan Diri dari
Belenggu Dosa
Kesabaran dan Syukur
Keutamaan Sabar
Hakikat dan Makna Kesabaran
Pasal: Nama Lain Sabar
Situasi dan Kondisi yang Membutuhkan Kesabaran
Pasal: Adab-Adab Kesabaran
Pasal: Berobat dengan Sabar; Faktor-Faktor yang Membantu untuk Bersabar
Pasa: Definisi dan Hakikat Syukur
Pasa; Membedakan antara Hal-Hal yang Disukai Allah dan yang Tidak Disukai-Nya
Pasai; Penjelasan tentang Nikmat, Hakikat, & Macam- Macamnya
Pasal: Penjelasan tentang Nikmat Allah yang Amat Banyak, Berturut-Turut, dan Tidak Terhitung Jumlahnya
Pasa: Contoh Nikmat yang Banyak, Berturut-Turut, dan Tidak Terhitung Jumlahnya
Nikmat berupa Penciptaan Keinginan
Nikmat Berupa Penciptaan Kemampuan dan Alat-Alat Gerak
Pasal: Nikmat yang Berupa Asal-Usul Makanan
Sebab yang Memalingkan Hamba dari Syukur
Pasal: Berpadunya Kesabaran dan Syukur
Keutamaan Nikmat atas Musibah
Mana yang Lebih Utama, Kesabaran atau Syukur?
Berharap (Raja’) dan Takut (Khauf)
Hakikat Raja’
Pasal: Keutamaan Raja’
Pasal: Obat Raja’ dan Sebab untuk Mendapatkannya
Khauf Hakikat dan Tingkatan-Tingkatannya
Pasal: Tingkatan-Tingkatan Khauf; Khauf yang Kuat dan yang Lemah
Penjelasan tentang Jenis-Jenis Khauf
Pasal: Keutamaan Khauf dan Raja’, dan Mana yang Seharusnya Lebih Dominan dari Keduanya
Penjelasan Bahwa yang Paling Utama Adalah Khauf yang Dominan, atau Raja’ yang Dominan, atau Seimbang antara Khauf dan Raja’
Pasal: Cara Memperoleh Sifat Khauf
Makna Su’uI Khatimah
Khauf Para Malaikat ‘alaihimussalam
Khauf Para Nabi ‘alaihimussalam
Khauf Nabi Kita Muhammad
Khauf Para Sahabat
Khauf Tabi’in dan Orang-Orang Setelah Mereka
Zuhud dan Kefakiran
Bagian I: Kefakiran, Hakikat Kefakiran, Perbedaan Kondisi Orang Fakir, & Sebutan Lain Bagi Orang Fakir
Pasal: Keutamaan Kefakiran & Diutamakannya Kefakiran Atas Kekayaan
Siapa yang Lebih Utama, Orang Kaya atau Fakir?
Adab-Adab Orang Fakir pada Masa Kefakirannya
Adab Orang Fakir Ketika Menerima Pemberian
Pasal: Larangan Meminta Kalau Tidak Terpaksa, dan Adab Seorang Miskin yang Terpaksa Harus Meminta
Berbagai Keadaan Orang yang Meminta
Bagian Kedua: Penjelasan tentang Hakikat, Keutamaan, Derajat, dan Pembagian Zuhud
Keutamaan Zuhud
Pasal: Tingkatan-Tingkatan dan Jenis-Jenis Zuhud
Pasal: Perincian Zuhud pada Kebutuhan Pokok dalam
Hidup
Pasal: Tanda-Tanda Zuhud
Tauhid dan Tawakal
Keutamaan Tawakal
Hakikat Tauhid yang Merupakan Landasan Tawakal
Pasal: Penjelasan Tentang Keadaan-Keadaan Tawakal, Amal-amalnya, Batasannya, dan Sebagainya
Pasal: Sebagian Amal Orang-Orang yang Bertawakal
Mahabbah (cinta), Syauq (Kerinduan), Uns (Rasa Senang), dan Keridhaan
Dalil-dalil tentang Cinta Hamba kepada Allah
Yang Berhak Dicintai Hanyalah Allah Semata
Pasal: Kelezatan yang Paling Tinggi Adalah Mengenal Allah dan Melihat Wajah-Nya yang Mulia, Tidak Ada Kelezatan Lain yang Menandinginya, Kecuali Bagi Orang yang Dihalangi darinya
Pasal: Penjelasan tentang Sebab-Sebab yang Memperkuat Kecintaan kepada Allah, Perbedaan Manusia dalam Hal Kecintaan, dan Sebab-Sebab Dangkalnya Pemahaman tentang Ma’rifatuIIIah
Sebab Terjadinya Perbedaan Manusia dalam Hal Cinta
Penyebab Dangkalnya Pemahaman Manusia Tentang Ma’rifatuIIah
Pasal: Penjelasan tentang Makna Syauq
Pasal: Cinta Allah kepada Hamba, Maknanya, dan Tanda-Tanda Cinta Seorang Hamba kepada Allah
Pasal: Penjelasan tentang Makna Rasa Senang kepada Allah dan Ridha dengan Ketentuan-Nya
Makna Inbisath dan Idlal yang Dihasilkan oleh Rasa Suka yang Sudah Dominan
Ucapan Para Salaf tentang Makna dan Hakikat Ridha terhadap Ketetapan-Nya; Serta Hadits yang Menyebutkan Keutamaannya
Pasal: Hakikat Keridhaan dan Terjadinya dalam Hal-Hal yang Bertentangan dengan Hawa Nafsu
Pasal: Penjelasan bahwa Doa Tidak Bertentangan dengan Keridhaan
Hal-Hal yang Terkait dengan Mahabbah
BAB: Niat, Keikhlasan, dan Kejujuran
Pasal I: Niat, Hakikat dan Keutamaannya, Serta Hal-Hal yang Terkait dengannya
Perincian Amal-Amal yang Terkait dengan Niat
Niat Muncul bukan karena Ikhtiar
Pasal Il: Keikhlasan, Keutamaan, Hakikat & Tingkatannya Hakikat Keikhlasan
Pengotor-Pengotor Keikhlasan
Pasal: Hukum Amalan yang Tidak Ikhlas dan Pahala yang Berhak Didapatkan dengannya
Pasal Ill: Kejujuran: Hakikat dan Keutamaannya
Muhasabah dan Muraqabah
Bab: Muhasabah dan Muraqabah
Posisi Pertama: Musyarathah
Posisi Kedua: Muraqabah
Posisi Ketiga: Muhasabah Setelah Beramal
Posisi Keempat: Mu ’aqabah atas Kelalaiannya
Posisi Kelima: Mujahadah
Posisi Keenam: Mu’atabah
Tafakur
Keutamaan Tafakur
Tempat dan Buah Tafakur
Pasal: Cara Bertafakur (Memikirkan) Makhluk Allah
Mengingat Kematian dan Hal-Hal yang Terjadi Setelah Kematian
BAB Keutamaan Mengingat Kematian
Cara Mengingat Kematian
Keutamaan Pendeknya Angan-Angan
Penyebab Panjang Angan-Angan & Pengobatannya
Pasal: Tingkatan Manusia dalam Hal Panjang atau Pendeknya Angan-Angan
Penjelasan Tentang Bersegera untuk Beramal & Peringatan Terhadap Bahaya Menunda-Nunda
Pasal: Dahsyatnya Kematian dan Hal-hal yang Hendaknya Dilakukan Menjelang Kematian
BAB: Wafatnya Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dan al-Khulafa’ ar-Rasyidin
Wafatnya Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu
Wafatnya ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu
Wafatnya ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu
Wafatnya ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu
Nukilan Ucapan Para Sahabat dan yang Selain Mereka Ketika Kematian Menjemput, Serta Hal-Hal yang Terkait dengan Ziarah Kubur
Keadaan Kubur dan Ucapan Salaf di Sisi Kuburan
Menziarahi Kubur, Mendoakan Kebaikan bagi Si Mayat, dan Hal-Hal Terkait
Pasal: Hakikat Kematian & Hal-Hal yang Ditemui Mayat di Dalam Kubur hingga Saat Ditiupnya Sangkakala
Pasal: Mengingat Alam Kubur
Berbagai Kondisi Orang Mati Sejak Ditiupnya Sangkala sampai Saatnya Menetap di Surga atau di Neraka
Tentang Jahannam
Pasal
Sifat-Sifat Surga
BAB: Keluasan Rahmat Allah

Ilmu Tajwid Al Quran Zadul Qori Bekal Membaca Kalam Ilahi

Zadul Qori bekal membaca kalam ilahi yang disusun oleh al ustadz Abu Humaid Fauzi Bin Isnaini memberi kemudahan bagi pelajar baca al quran untuk memahami cara membaca al quran sesuai kaidah tajwid yang baik dan benar, di susun secara sistematis, mudah, dan bisa dipelajari semua kalangan karena merupakan hasil belajar dan mengajar selama beberapa waktu. Penulis adalah salah satu pelajar yang pernah menempuh pendidikan qoriah dibeberapa masyaikh ahli qiroah dan telah memiliki beberapa ijazah sebagai bukti ilmu baca al quran didapatkan dari sumber yang terpercaya di antaranya adalah: ijazah qiroah dengan riwayat warosy, qolun ‘an nafi’ dan hafs.


Nama Produk: Ilmu Tajwid Al Quran Zadul Qori Bekal Membaca Kalam Ilahi
Penyusun: Abu Humaid Fauzi Bin Isnaini
Penerbit: Pustaka Ibnul Jazari
Cetakan: Pertama 2012


Cetakan: ke-dua 2017
Ukuran: 15X23cm
Tebal: 136 halaman
Berat: 200 gram
Harga: Rp. 30.000


Daftar Isi:
Bab 1 Fadilah Membaca Al Quran Dan Menghafalnya.
Mendapat petunjuk jalan yang paling lurus
Mendapat rahmat dan kesembuhan dari penyakit
Mendapat keuntungan berlirnpah tanpa kerugian
Mendapat syafaat
Menjadi golongan terbaik dan umat terpilih, Bersama malaikat
Diangkat derajatnya di dunia,meraih cita-cita terbaik
Mendapatkan kebaikan yang banyak dan berlipat, ditempatkan di tingkat yang tinggi di jannah
Bab 2 Pengantar llmu Tajwid
Definisi, manfaat, keutamaan ilmu tajwid
Peletak, sumber, cara memperolehnya
Hukum ilmu tajwid
Membaca Al Quran tanpa tajwid
Apakah Sah keimarnan seorang yang tidak mujawwid
Bab 3 Maratib Qiro’ah (Tingkatan Tempo Bacaan Al Quran)
Membaca dengan Luhun (nada-nada) Arab
Lahn jaliy dan khafiy
Bab 4 Adab Membaca Al Quran
Iklash, suci dari hadats
Bersih tempat, badan, pakaian, bersiwak, beristihdzah, khusvu
Tadabur
Membaca dengan tartil, berdoa di sela-sela qiraah
Memperindah bacaan
Waqaf di setiap akhir ayat, mengamalkan Al Quran
Menyimak, tidak memutuskan bacaan
Sujud sahwi, tempat-tempat, hukum dan kaifiyahnya Bab 5 Isti’adzah Dan Basmalah
Hukum & Cara Membaca isti’adzah (jahr/sirr)
Hukum membaca basmalah di awal/tengah Surat
Cara Menggabungkan istfadzah & basmalah
Cara Menyambungkan akhir surat dan awal surat
Bab 6 Mengenal Makhraj Huruf
Definisi, cara menemukan, pembagian global dari makhraj
Makhraj jauf
Makhraj halq
Makhraj lisan
Makhraj syafatan, khaisyum
Bab 7 Mengenal Sifat Huruf
Sifat lazimah & ‘aridhah
Perbedaan Syiddah dan Jahr
Alasan penggolongan huruf sebagai huruf tawassuth
Maratib tafkhim
Tingkatan qolqolah
Kesalahan dalam Qolqolah
Istitholah, Maratib Ghunnah
Faedah : Itmamul Harakat
Bab 8 I-lukum Nun Sukun Dan Tanwin
Faedah : ldghom Kamil/naqish pada nun sukun,
Faedah 1 Izh-har mutlak
Cara membaca Qolb
Tafkhim dan tarqiq suara ghurmah pad nun yang dibaca ikhfa
Maratib ikhfa
Bab 9 Hukum Mim Sukun
Faedah : izh-har mim sukun pada fa dan waw
Bab 10 Tafkhim & Tarqiq
Tafkhim pada alifdan lam
Tafkhim dan tarqiq pada huruf ro
Syarat ro sukun setelah kasroh dibaca tarqiq
Hukum ro saat waqof, ro yang dikhilafkan hukumnya
Faedah : Pentingnya memerhatikan tafkhim dan tarqiq pada huruf secara umum
Bab 11 Hukum Lam Sukun
Lam qomariyyah, syamsiyyah, lam fi’il, lam pada (hal) dan (bal)
Bab 12 Idghom Dan Sebab-Sebabnya
Sebab-sebab terjadinya idghom
Idgham shaghir dan kabir
Idgham kamil dan naqish
Bab 13 Hukum Mad & Qoshr
Mad far’i dengan sebab bertemu hamzah (badal, wajib, Jaiz)
Mad shilah
Mad far’i dengan sebab bertemu sukun (lazim/ aridh)
Derajat kekuatan pada mad far’i
Bab 14 Waqof & Ibtidaf
Pentingnya Mempelajari waqofa dan ibtida’
Waqof idh-thirori dan waqof ikhtiyari (tamm, kafi, hasan)
Waqof qobih
Waqof intizhari dan waqaf ikhtibari
Waqaf pada ta ta’nits, maqthu’ & mashul, huruf zaidah
Waqaf pada kalimat yang mahdzuf huruf-huruf akhirnya
Tiga jenis Tata Cara Waqof (suku, roum, isymam)
Isymam diselain waqof
Ragam hamzah washal dan beberapa faedah tentangnya
Saktah
Bab 15 Bunga Rampai Faedah
Sekilas tentang Keunggulan “Mushaf Madinah”
Nabr
Istilah-istilah Khusus (imalah, tashil, isymam, naql)
Riwayat Hafsh dari ‘Ashim
Perbedaan thariq Syatibiyah dan Thayyibah
Kholth
Syarat periwayatan Al Quran dan Ijazah Qiraatul Quran
Ijazah qiraah hafsh

Minggu, Agustus 06, 2017

Majalah Asy Syariah Edisi 119 Tema Cara Benar Dalam Nahi Mungkar


Majalah Asy Syariah Edisi 119 Tema Cara Benar Dalam Nahi Mungkar:: Tiada Dakwah yang tidak membuat musuh gerah. Tiada seruan kebaikan kecuali ada yang melawan. Begitu pun mencegah sesuatu yang mungkar, niscaya akan ada yang ingkar. Sudah menjadi watak dasarnya, manusia tidak suka disalahkan, lebih-lebih upaya mencegah kemungkaran dilakukan secara terang-terangan, dengan menjelek-jelekkan, bahkan menggunakan cara-cara kekerasan. Alih-alih membuat objeknya sadar, bisa- bisa membuat pelaku kemungkaran justru emosinya terbakar. Lebih-lebih dia melakoni kemaksiatan yang sudah menjadi mata pencaharian. Islam sejatinya penuh adab dan kelembutan. Memadamkan api tentu tidak bisa dengan minyak, tetapi dengan air yang menyejukkan. Bagaimana adab melawan kemungkaran, semua telah dituntunkan. Yang pertama dan utama adalah bertindak dengan ilmu. Jadi, melawan kemungkaran tidak asal atau semata bermodal semangat. Membasmi kemungkaran harus penuh pertimbangan, menakar dampaknya, serta jeli melihat objek atau pelaku kemungkaran, apakah dia orang awam yang sekadar numpang cari penghasilan di sekitar tempat-ternpat kemaksiatan, orang yang terpaksa atau hanya ikut-ikutan, atau memang dedengkot kemaksiatan. Yang tak kalah penting, kita harus menakar diri, benarkah kita adalah pihak yang memang berwenang untuk membasmi kemungkaran tersebut?
Kala seorang penyeru amar ma'ruf nahi mungkar tiada memiliki ilmu, yang dikhawatirkan justru memperluas kerusakan. Agama pun terseret untuk dipertaruhkan. Kemaksiatan tak padam, para pelaku, bahkan bisa jadi aparat yang diambil kewenangannya, justru kian curiga atau antipati terhadap Islam.
Yang dimaukan dari amar ma'ruf nahi mungkar adalah tumbuhnya kesadaran pelaku atau setidaknya muncul itikad untuk meminimalkannya/membatasi tindak kemungkarannya. Jika tujuan itu tidak tercapai, tapi justru menyulut ketegangan yang ada yang salah dengan amar nahi mungkar kita.
Sudah banyak contoh, ketika amar amar ma’ruf nahi mungkar tidak perlu dengan barbar, melawan dengan kebatilan tidak bisa dengan kemaksiatan, serta menasehati pendosa tidak berarti dengan mencelanya. Kita dituntunt untuk menutup aib saudara-saudara kita yang masih muslim. Ini mencirikan nasehat yang tulus dan ikhlas, benar-benar yang dikehendaki adalah semata-mata kebaikan.
Dakwah perlu bijak, tapi disatu sisi juga bukan sok bijak. Banyak orang yang bergaya sok bijak ketika aparat keamanan atau pemerintah daerah hendak menutup hiburan malam, lokalisasi dan semacamnya. Alasannya klise, bagaimana nasib pekerja setelah penutupan? Betapa naifnya mereka, kerusakan moral yang diproduksi oleh tempat-tempat kemaksiatan hendak dibandingkan dengan nilai rupiah penghasilan para pekerja “hiburan”.
Sesempit itukah rezeki Allah subhanahu wa ta’ala?, sehingga tidak ada pekerjaan selain berhubungan dengan kemaksiatan? Sudahkah mereka memperhitungkan biaya sosial yang timbul, seperti perceraian rumah tangga, rusaknya generasi muda kita, dan sebagainya?
Kemaksiatan apa pun bentuknya harus diberantas. Namun tetap mengedepankan sikap bijak clan cerdas. Kita sebagai anggota masyarakat bisa terus mendukung tugas aparat keamanan, selama dalam batas syariat.



Nama Produk: Asy Syariah Edisi 119 Tema Cara Benar Dalam Nahi Mungkar
Tema: Cara Benar Dalam Nahi Mungkar
Penerbit: Oase Media
Tebal: 104 halaman
Berat: 180 gram
Harga: Rp. 15.000 (jawa)



Daftar Isi:
Manhaji: Cara Manis Menepis Kemungkaran
Khutbah Jumat: Beribadah Dengan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Problema Anda: Agar Selalu Berbaik Sangka Kepada Allah, Jangan Suudzan Kepada Allah
Permata Salaf: Beriman kepada Takdir, Apa itu Kemungkaran?, Bila Nahi Mungkar Diabaikan, Konsep Nahi Mungkar dalam Bingkai Syariat Islam, Konsep Ke-1: Kewajiban Nahi Mungkar Tergantung Kemampuan, Konsep Ke-2: Kriteria Pelaku Nahi Mungkar, Konsep Ke-3: Nahi Mungkar Tidak Boleh dengan Cara yang Mungkar Atau Menimbulkan Kemungkaran yang Lebih Besar
Konsep Ke-4: Nahi Mungkar dengan Tangan, Lisan, dan Hati
Tanya Jawab Ringkas Tafsir: Wasiat untuk Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Kajian Utama: Urgensi Nahi Mungkar, Ketika Penguasa Terjatuh dalam Kemungkaran
Hadits: Mengingkari Kemungkaran Tanpa Kemungkaran
Akidah: Kabar Gembira Untuk Wali Allah
Akhlak: Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, Bukti Kecintaan & Kepedulian
Jejak: Setelah Pintu Itu Pecah Bag-21
Ibrah: Mari Beriman Sesaat bag-2
Mengayuh Biduk: Hak Suami lstri, Nasihat Alim Rabbani
Niswah: Pakaian Wanita Haruslah Panjang
Fatawa Al Mar'ah : Dokter Membuka Aurat Pasien
Mencium Mahram dan Berjabat Tangan Dengan Saudara Yang Tidak Shalat, Muslimah Suka Jalan-jalan ke Pasar
Mutiara Kata: Keindahan Akhlak Hamba-hamba Ar-Rahman bag. terakhir

Senin, Juli 17, 2017

Majalah Qudwah Edisi 50 Tema Revolusi Iran Dalam Sorotan

Majalah Qudwah Edisi 50 Tema Revolusi Iran Dalam Sorotan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sejak Syiah berkembang di negeri Iran, sejarah negeri itu senantiasa buram. Semakin hari semakin bertambah kelam. Bahkan menebarkan pula kegelapan hingga ke ujung-ujung dunia, Syiah yang lahir dari perut Yahudi, tumbuh berkembang bak kanker yang merongrong akidah Islam. Penampakannya yang seolah indah sejatinya jauh lebih jahat dari induk ideologinya (Yahudi). Bagi pihak- pihak yang hanya mampu melihat dengan kacamata kulit semata, mungkin tak menyadari di balik jubah dan hijabnya yang palsu itu tersembul taring menyeringai.
Bagi Iran, sudah sangat lama Syiah adalah nafas kehidupannya. Sehingga memandang Iran sekarang hanyalah Syiah semata. Puncak segalanya adalah ketika Syah Iran jatuh dan kedatangan Khomeini dari negeri pengasingan.Terbantu oleh keadaan saat itu yang seolah anti-Amerika di sebagian besar negeri kaum muslimin, popularitas Revolusi Iran menjadi sangat tersohor. Saat itu Khomeini menjadi simbol perlawanan hegemoni arogansi Amerika Serikat.
Wajahnya terpampang di seluruh dunia terkhusus di negeri-negeri kaum muslimin. la pun menjadi idola anak-anak muda yang berjiwa revolusioner. Demikian pula tokoh-tokoh pergerakan dan intelektual moderat. Jadi apakah memang demikian keadaannya? Benarkah ia seorang tokoh yang sedang memperjuangkan Islam? Apa kontribusi Revolusi Iran untuk dunia Islam? Kejayaan dan kemenangan? Duhai, sayang seribu sayang. Kenyataannya jauh api dari panggang. Pembaca yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala, kini saatnya kaum muslimin harus membuka mata tentang Syiah dan Revolusi Iran, Semoga yang kami paparkan pada edisi ini dapat memberi gambaran yang sebenarnya tentangnya. Untuk kemudian segera mengambil sikap yang selayaknya. Selamat mencermati.

Nama Produk: Majalah Qudwah edisi 50 Tema Revolusi Iran Dalam Sorotan
Tema: Revolusi Iran Dalam Sorotan
Penerbit: Media Tasfiyyah
Tebal: 100 halaman
Berat: 100 gram
Harga: Rp. 12.000 (jawa)

Daftar Isi:
FOKUS: Iran dalam Sorotan, Revolusi Iran Menebar Ancaman, Mengukur Keberhasilan Revolusi Iran, Deretan Kejahatan Syiah Iran, Bimbingan Rasul Saat Ujian Muncul, Sejarah Kemunculan Syiah, Syiah di Negeri Yaman
KHUTBAH JUM’AT: Bertobat dari Segala Dosa
KISAH KU: Aku Seorang Petinju, Saat Kepastian itu Datang
KARAMAH: Tawanan Badr
BIOGRAFI: Penghafal 24000 Hadits
SAMAWI: Andai Kaya Seperti Qarun
RIHLAH: Menyisir Jalur Merah Teroris Palu-Poso- Ampana
ASBABUN NUZUL: Kehidupan di Atas Kematian
TOBAT: Jika Sudah Terlanjur
MASA DEPAN: Dasyatnya Api Neraka

Majalah Tashfiyah Edisi 69 Tema Prinsip Indah Bermuamalah Dengan Pemerintah

Majalah Tashfiyah Edisi 69 Tema Prinsip Indah Bermuamalah Dengan Pemerintah

Segala pujian hanyalah milik Allah subhanahu wa ta’ala semata. Kasih sayang-Nya sangat luas tak terbatas. Manusia tercipta dan terlahir di dunia dengan kasih-Nya. Manusia hidup dan mencari penghidupan dengan limpahan karunia dari-Nya. Bahkan, karunia- Nya melebihi itu semua. Keselamatan hidup mereka di dunia dan di akhirat pun telah dibentangkan jalannya. Pembaca Tashfiyah yang semoga dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala mungkin di antara kita ada yang kurang menyadari bahwa salah satu bentuk kasih sayang Allah  subhanahu wa ta’ala di dunia adalah dengan diberikan-Nya untuk kita orang-orang yang mengatur kehidupan kita senari-hari. Melalui peran mereka, hubungan sosial kita dengan manusia lain bisa diatur dengan sebaik-baiknya.

Minggu, Juli 09, 2017

Majalah Azka Edisi 48 Tema Muslim Yang Baik

Alhamdulillah, Majalah Azka Edisi 48 Tema Muslim Yang Baik bisa kembali hadir di tengah kalian. Yuk, kita belajar bersama lagi. Karena belajar bersama membuat kita semakin bersemangat. Berbeda dengan belajar sendiri-sendiri. Nah, pada edisi kali ini. Kalian bisa membaca tentang Daulah Umawiyah dalam rubrik khulafa'. Ada juga pembahasan tentang Zakat dalam rubrik Fikih, ada juga tentang Sungai Nil, Pohon Zaitun, dan Burung Hud-Hud. Selain itu, masih banyak lagi pembahasan-pembahasan menarik lainnya. Langsung buka saja ya... Dan rajin-rajin dibaca, supaya pengetahuan kalian bertambah luas dan semakin pintar. Semoga Allah memberi manfaat dan hidayah pada kalian semua. Amin.

Nama Produk: Majalah Azka Edisi 48 Tema Muslim Yang Baik
Tema: Muslim Yang Baik
Penerbit: Media Tashfiyah
Tebal: 48 halaman
Berat: 80 gram
Harga: Rp. 9.000 (jawa)

Daftar Isi:
Kisah: Karena Mencuri Selembar Kain
Anbiya: Wafatnya Nabi Dawud ‘Alaihissalam
Bantu Azka: Manakah Jam Yang Salah, Mana Bukaan Kubusnya, Ada Berapa Antrian, Nama-nama Bunga, Ayo Masak
Khulafa: Daulah Umawiyah
Ibadah Yuk: Berdoa Aku Tidak Lupa, Menjenguk Orang Sakit
Akhlak: Etika Dalam Bercanda
Akidah: Siksa dan Nikmat Kubur
Kesehatan: Manfaat Menjaga Kebersihan
Uswah: Khabab bin Arat
Tafsir: Khusyu’
Iptek: Sepeda Lipat
Fikih: Zakat
Flora: Zaitun
Hadits: Seseorang di Atas Agama Temannya
Fauna: Hud-hud
Carilah: 10 Perbedaan
Observasi: Tangan Robot Sederhana
Ayah Bunda: Tanggung Jawab Pendidikan Anak
Mufradat: Peralatan Kamar Mandi
Jalan-jalan: Sungai Nil